Mistik: Teror Hantu Kromoleo Berwujud Pengantar Jenazah, Datang Bergerombol Bawa Keranda

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 29 Januari 2026
0 dilihat
Mistik: Teror Hantu Kromoleo Berwujud Pengantar Jenazah, Datang Bergerombol Bawa Keranda
Teror mistik Kromoleo kembali dipercaya warga kaki Gunung Merapi sebagai pertanda kematian setelah penampakan rombongan pengantar jenazah. Foto: Repro Bangsaonline.

" Kisah mistik Kromoleo kembali menyelimuti desa kaki Gunung Merapi "

MAGELANG, TELISIK.ID - Kisah mistik Kromoleo kembali menyelimuti desa kaki Gunung Merapi, menghadirkan cerita rombongan pengantar jenazah gaib yang dipercaya sebagai pertanda kematian.

Kisah mengenai Kromoleo, sosok hantu yang dikenal berwujud rombongan pengantar jenazah, terus hidup dalam cerita masyarakat di kawasan kaki Gunung Merapi. Cerita ini beredar turun-temurun dan kerap dikaitkan dengan peristiwa kematian yang terjadi setelah penampakan makhluk tersebut.

Dalam ingatan warga, Kromoleo tidak hadir sendirian, melainkan datang bergerombol sambil membawa keranda, lengkap dengan suasana yang menyerupai prosesi pemakaman.

Masyarakat di desa-desa sekitar Gunung Merapi menyebut Kromoleo sebagai bagian dari folklore lokal yang masih diyakini hingga kini. Penampakannya sering diceritakan muncul di jalan sepi, jembatan, atau perbatasan desa, terutama pada malam hari.

Cerita-cerita tersebut berkembang dari pengalaman pribadi warga yang mengaku melihat langsung rombongan tersebut, maupun dari kisah yang diwariskan oleh orang tua kepada anak cucu.

Salah satu kisah datang dari Puji Sri Rahayu, warga Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Ia mengaku pernah mengalami peristiwa yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya.

“Saya mengalami sendiri ketika naik sepeda motor menuju Magelang. Di sebuah jembatan, saya melihat kerumunan orang. Saat mendekat, ternyata ada keranda dipikul dan diiring banyak orang,” ujar Puji, sebagaimana dilansir dari Liputan6, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Kisah Profesor Harvard Henry Klassen Menjadi Mualaf: Perjalanan Spiritual dari Akademisi ke Islam

Puji menuturkan, keesokan harinya terjadi kecelakaan tragis di jembatan yang sama. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan membuat warga sekitar mengaitkannya dengan penampakan yang ia lihat malam sebelumnya. Kisah itu kemudian menyebar dari mulut ke mulut dan semakin menguatkan kepercayaan warga terhadap keberadaan Kromoleo.

Menurut Puji, cerita tentang Kromoleo sebenarnya sudah ia dengar sejak lama dari keluarga. Ia mengisahkan suasana desa yang sempat mencekam ketika salah satu warganya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jakarta.

“Suasana di desa menjadi mencekam. Jenazah baru tiba sore hari dan diinapkan sementara,” jelasnya.

Setelah prosesi pemakaman selesai, pakde Puji mengalami peristiwa yang dianggap berkaitan dengan Kromoleo. Ia melewati rumah duka pada malam hari dan mendengar suara ramai dari arah belakang.

“Suara itu terdengar seperti banyak orang menggotong keranda. Pakde sangat ketakutan dan akhirnya berjongkok, membiarkan rombongan itu lewat,” kata Puji.

Dalam ceritanya, pakde Puji menggambarkan rombongan tersebut mengenakan jubah hitam, dengan wajah pucat dan tatapan mata kosong.

“Rombongan pengantar jenazah itu mengenakan jubah hitam dengan wajah pucat dan tatapan mata kosong,” tutur Puji, mengulang kesaksian sang pakde tanpa menambahkan penilaian pribadi.

Kepercayaan yang berkembang di masyarakat setempat menyebutkan bahwa orang yang melihat Kromoleo harus mengikuti rombongan tersebut hingga batas desa. Hal ini diyakini sebagai cara agar musibah kematian tidak terjadi di desa sendiri.

Baca Juga: Mistik: Cerita Soekarno Disebut Punya Kekuatan Gaib Pawang Hujan dengan Kipasan Uang hingga Orang Rela Berebut Sisa Makanannya

“Pakde mengikuti rombongan hantu itu sampai ke batas desa. Sesampainya di pertigaan jalan, rombongan itu terus menuju desa tetangga,” ujar Puji.

Cerita itu tidak berhenti di situ. Keesokan harinya, beredar kabar bahwa warga di desa tujuan rombongan tersebut meninggal dunia. Bagi masyarakat setempat, kisah-kisah seperti ini menjadi penguat keyakinan akan makna simbolis kehadiran Kromoleo.

Hingga kini, Kromoleo tetap menjadi bagian dari cerita rakyat di kaki Gunung Merapi. Kisahnya terus diceritakan sebagai warisan budaya lisan, yang hidup berdampingan dengan kehidupan masyarakat tanpa pernah tercatat secara resmi, namun tetap dipercaya keberadaannya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga