Logo Telisik.id

Pabrik Kakao Terbesar di Sultra Rampung, Tahun Ini Mulai Beroperasi

1521 dibaca Pabrik Kakao Terbesar di Sultra Rampung, Tahun Ini Mulai Beroperasi

Pabrik kakao di Kabupaten Kolaka Utara. Foto: Muh. Risal/Telisik

" Dan kemungkinan tahun ini pabrik tersebut sudah mulai beroperasi."

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Pembangunan pabrik kakao terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terletak di Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), dinyatakan rampung dan mulai beroperasi tahun ini.

Bangunan berukuran 18 x 22 meter beserta pengadaan mesin pengolahan biji kakao ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari APBN.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolut, Ismail Mustafa, ST, menjelaskan, realisasi program major project korporasi kakao terintegrasi di tahun pertama telah selesai, mulai dari tahap identifikasi lokasi, proses pembangunan gedung pabrik, tempat pengeringan, tempat fermentasi kakao, gedung pembibitan, sampai gedung pusat pelatihan dan pengembangan kakao, telah rampung.

"Dan kemungkinan tahun ini pabrik tersebut sudah mulai beroperasi," kata Ismail Mustafa, Kamis (8/4/2021).

Selanjutnya, di tahun kedua ini akan dipersiapkan sumber daya manusia, memperkuat kelembagaan koperasi kakao, sosialisai keberadaan dan peran koperasi di setiap desa, serta kemungkinan melibatkan Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) atau Kelompok Usaha Bersama (KUB), dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai perpanjangan tangan koperasi kakao di tingkat desa.

"Untuk penguatan dan peningkatan SDM tahun ini mulai kami godok agar tahun 2022 sudah bisa berjalan maksimal sehingga produksi pabrik dapat meningkat setiap tahunnya," terangnya.  

Menurut Ismail, peningkatan SDM dan penguatan kelembagaan koperasi sangat penting karena koperasi kakao merupakan motor penggerak yang akan mensuplai biji kakao dari petani ke pabrik sampai pada tahap penjualan hasil produksi.

Baca Juga: Timbulkan Dampak Lingkungan, Kades Kecam Aktivitas Penambangan PT Toshida

"Pembelian biji kakao petani dilakukan oleh koperasi kakao yang tersebar di tiga zona yakni wilayah utara, tengah dan selatan. Biji kakao tersebut kemudian disuplai ke pabrik untuk diolah menjadi coklat padat, coklat bubuk, dan biji fermentasi," bebernya.

Tidak hanya itu, koperasi kakao juga berperan sebagai eksportir biji kakao kering hasil fermentasi ke negara konsumen.

"Agar semuanya berjalan maksimal,  maka diperlukan penguatan mulai dari manajemen pengelolaan pabrik, penguatan kelembagaan koperasi, sosialisasi, dan membangun sinergitas dengan lembaga-lembaga di tingkat desa," pungkasnya. (B)

Reporter: Muh. Risal

Editor: Haerani Hambali

Post Tags:

Copyright © 2019 telisik.id . All rights reserved.

Main Menu

Beranda

Rubrik

News
Metro
Kasus
Peristiwa
Sosok
Cerita
Sehat
Foto
Video