Pakar Sebut Malas Bergerak Bisa Sebabkan Kematian

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Minggu, 28 Mei 2023
0 dilihat
Pakar Sebut Malas Bergerak Bisa Sebabkan Kematian
Studi dalam European Society of Cardiology misalnya, menemukan bahwa gaya hidup sedentari yang diterapkan selama 20 tahun bisa melipatgandakan risiko kematian dini. Foto: ners.unair.ac.id

" Istilah mager (malas gerak) saat ini menjadi tren di kalangan anak muda. Bahkan saat ini muncul istilah kaum rebahan bagi orang-orang yang lebih banyak menggunakan waktu luangnya dengan bermalas-malasan "

KENDARI, TELISIK.ID - Istilah mager (malas gerak) saat ini menjadi tren di kalangan anak muda. Bahkan saat ini muncul istilah kaum rebahan bagi orang-orang yang lebih banyak menggunakan waktu luangnya dengan bermalas-malasan.

Disadari atau tidak, ada banyak orang yang mengadopsi gaya hidup tidak aktif secara fisik atau seentari. Ironisnya, gaya hidup yang sangat umum ini ternyata bisa membawa beberapa dampak yang buruk bagi kesehatan.

Mengutip Republika.co.id, pada sebagian orang, gaya hidup sedentari terbentuk karena mereka menghabiskan banyak waktu dengan duduk di meja kantor dan selama berkendara. Sesampainya di rumah, mereka lalu kembali duduk bersantai di sofa untuk melepas lelah.

Baca Juga: Keuntungan dan Bahaya Penggunaan Menstrual Cup saat Menstruasi

Padatnya aktivitas semakin membuat mereka kesulitan untuk meluangkan waktu berolahraga. Namun, gaya hidup tersebut jika terjadi secara terus-menerus bisa berdampak pada kesehatan.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya Firman mengatakan, berdasarkan data Nasional Sport Development Index (SDI) tahun 2021, dari total populasi masyarakat Indonesia yang masuk kategori tidak bugar mencapai 76 persen. Sedangkan masyarakat yang dikategorikan memiliki kondisi sangat bugar atau prima hanya 5,86 persen seperti dilansir dari Kompas.com.

Menurutnya, dari data tersebut menunjukkan adanya keterkaitan bahwa jika aktivitas fisik yang dilakukan masyarakat itu rendah, maka tingkat kebugaran fisik juga akan rendah. Selain itu karena kebugaran fisik yang rendah juga bisa membuat tubuh menjadi lebih gampang mengalami kecemasan, stres hingga depresi.

Selain itu, gaya hidup tidak aktif dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian dini. Studi dalam European Society of Cardiology misalnya, menemukan bahwa gaya hidup sedentari yang diterapkan selama 20 tahun bisa melipatgandakan risiko kematian dini.

Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat kurang melakukan aktivitas fisik, antara lain:

1. Obesitas

Sebab ketika tubuh kurang gerak maka sirkulasi darah dalam tubuh menjadi tidak lancar. Kemudian metabolisme dalam tubuh menjadi lambat, akhirnya energi yang dihasilkan oleh tubuh juga rendah. Firman menyebut, akibatnya mekanisme dalam tubuh memberikan stimulus melalui hipotalamus untuk mengonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya.

Baca Juga: 4 Jus Bisa Tingkatkan Gairah Bercinta

2. Kehilangan kekuatan dan massa otot

Jarang bergerak juga dapat memicu terjadinya penurunan massa otot. Hal ini bisa terjadi karena otot yang jarang digunakan akan mengecil. Bila dibiarkan, kondisi ini akan memperburuk komposisi tubuh. Penurunan massa otot juga dapat membuat orang-orang merasa kesulitan untuk melakukan sesuatu dan lebih berisiko untuk jatuh.

3. Risiko perburukan kesehatan mental

Selain berdampak pada kesehatan fisik, gaya hidup yang tidak aktif juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Studi menemukan bahwa kadar energi yang rendah, masalah tidur, serta tidak aktif secara fisik berkaitan dengan depresi dan perubahan suasana hati. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga