Pekerja Migran Mudik, Pengawasan Bandara Juanda Diperketat

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Senin, 27 Desember 2021
0 dilihat
Pekerja Migran Mudik, Pengawasan Bandara Juanda Diperketat
Menhub saat sidak di Surabaya. Foto: Ist.

" Pengawasan ketat diberlakukan pemerintah di sejumlah pintu masuk beberapa wilayah Indonesia, untuk mengantisipasi lonjakan COVID-19 dan varian baru Omicron "

SURABAYA, TELISIK.ID - Pengawasan ketat diberlakukan pemerintah di sejumlah pintu masuk beberapa wilayah Indonesia, untuk mengantisipasi lonjakan COVID-19 dan varian baru Omicron.

Di Jatim misalnya, pengawasan ketat di Bandara Juanda Surabaya dilakukan, di mana pada saat pergantian tahun baru 2022 saat ini, banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mudik. Para PMI tersebut dikhawatirkan masuk ke Indonesia dengan membawa COVID-19 atau varian barunya.

"Kita tahu Surabaya dan sekitarnya termasuk NTB, menjadi tempat yang konfinien, karena sebagian besar atau 30% PMI Indonesia ini berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTB, yang mungkin lebih prefer untuk menggunakan Juanda," kata Menhub (Menteri Perhubungan) Budi Karya  Sumadi di Surabaya, Senin (27/12/2021).

Budi Karya Sumadi mengatakan, di  Jakarta sekarang ini setiap hari sudah menerima lebih dari 3.000 penumpang dan PMI yang ke Jakarta itu kurang lebih 1.500 orang.

"Oleh karenanya, Juanda menjadi pilihan dan kami sudah melakukan assessment yang di Juanda cukup baik ya. Koordinasi Pak Pangdam, Pak Kapolda, Pak Sekda itu sangat baik," tambahnya.

Baca Juga: Trauma Letusan Semeru, Pengungsi Alami Susah Tidur

Lebih lanjut Budi juga menyampaikan, untuk tempat karantina memang ada beberapa kualifikasi yang disampaikan dari Kemenkes, yang memang sudah melakukan evaluasi tentang Omicron.

Baca Juga: Unik: Bayi Ini Lahir Sudah Punya 2 Gigi

"Kita sudah sepakat akan menyediakan kamar, tadi Pak Pangdam dan Pak Kapolda bisa menyediakan kurang lebih 1.500 kamar. Artinya kalau di sini akan ada isolasi selama 10 hari, maka paling tidak 100 atau kalau jumlahnya bisa di tingkat 150, jika satu pesawat mendarat di Surabaya," jelasnya. (C)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Haerani Hambali 

Artikel Terkait
Baca Juga