Pemda Koltim Bentuk Dua OPD Baru

Ela Isabella, telisik indonesia
Selasa, 08 Maret 2022
0 dilihat
Pemda Koltim Bentuk Dua OPD Baru
Tampak depan Kantor Bupati Kolaka Timur. Foto: Ist

" Salah satu indikator Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah itu indikator suatu dinas atau badan "

KOLAKA TIMUR, TELISIK.ID - Pemda Kolaka Timur (Koltim) membentuk dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Hal tersebut diungkapkan Pj Bupati Koltim, Sulwan Aboenawas, pada saat rapat koordinasi teknis perencanaan pembangunan Koltim tahun perencanaan 2023 di Kantor Kecamatan Mowewe, Senin (7/3/2022).

Kepala Bagian (Kabag) Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Koltim, Irwan Kara mengatakan, pembentukan dua dinas tersebut merupakan usulan bupati sebelumnya yaitu Samsul Bahri Madjid (SBM), kemudian dilanjutkan oleh Andi Merya.

"Tentu kami melalui prosedur yang panjang juga, tidak serta merta membuat organisasi, kami meneliti dokumen terlebih dahulu," ujarnya, Selasa (8/3/2022).

Irwan Kara mengatakan, salah satu indikator Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah itu indikator suatu dinas atau badan.

"Ini kan Bependa bergabung di BPKAD, setelah kami lihat indikator persyaratanya salah, kemudian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tipe A, kalau dimekarkan masih ada peluang. Kami kumpulkan bukti-bukti untuk dokumen persyaratan kemudian kami ajukan ke provinsi untuk permohonan usulan," ucapnya.

Pj Bupati Koltim Sulwan Aboenawas, saat menyampaikan pembentukan dua OPD baru Koltim saat rapat koordinasi teknis perencanaan pembangunan kabupaten tahun 2023 di kantor Camat Mowewe. Foto: Ela/Telisik

 

Lanjut Irwan, setelah diteliti semua dokumen dan persyaratan, kemudian dari provinsi diajukan ke Pemerintah Pusat, kemudian dari pusat dikembalikan ke daerah untuk diproses.

Baca Juga: Dewan Kolut Rekomendasi Inspektorat Evaluasi Dugaan Pemotongan TPP Tenaga Farmasi

"Melalui mekanisme DPRD, kemudian diajukan melalui badan legislatif daerah (Baleg) Bepemperda, selanjutnya dibahas di rapat komisi dan rapat Baleg," terangnya.

Lebih lanjut, setelah dibahas dan bersyarat sehingga terjadi proses perubahan Perda Nomor 21, kemudian dirubah lagi Perda Nomor 16 Tahun 2021 yang terbaru tentang perubahan perangkat daerah.

"Setelah terbentuk, kami mengajukan lagi Peraturan Bupati (Perbup), ini prosesnya panjang, setelah diajukan ke gubernur, maka dikeluarkan lagi surat fasilitasi tentang persetujuan tadi kepada bupati untuk diperkadakan, sehingga bisa menjadi payung hukum untuk di bentuk. Resminya 2 dinas tersebut terbentuk 20 Februari 2022," bebernya.

Mantan Kabid Pemdes DPMD, Irwan Kara lanjut menjelaskan, bukan pembentukan dua organisasi perangkat daerah, tetapi juga menyampaikan jika masih ada 13 OPD yang akan berubah.

"Termasuk dinas pariwisata, dinas pendidikan, dinas perumahan dan masih banyak lagi, yang jelas tahapan dalam penambahan dinas prosesnya sangat panjang," kata Mantan Kabid Pemdes DPMD tersebut.

Bagi kepala OPD yang akan mengalami perubahan nama organisasi kata dia, maka kepala opd terkait akan di Lantik kembali oleh Bupati, sebagai peresmian pergantian nama dari organisasi

Tampak depan gerbang masuk Kompleks perkantoran Kolaka Timur, Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta. Foto: Ist

 

Sementara itu, Komisi III DPRD Koltim, Ramli Majid mengatakan, perencanaan pembangunan dua OPD sudah lama direncanakan, namun baru terealisasi di tahun 2022 ini.

Ramli Majid berharap dengan adanya 2 dinas tersebut, Dispora bagaimana menggenjot fokus pada olahraga, khususnya pemuda agar bisa bersaing di pusat.

Baca Juga: Polisi di Koltim Razia Vaksin

Ramli Majid berharap, dengan adanya Dispora, Koltim bisa maju dan berkembang dan dapat bersaing dengan daerah-daerah lain.

"Dapat menciptakan generasi atlet yang berprestasi, baik itu prestasi di tingkat provinsi dan pusat. Apa lagi menghadapi Porprov di November nanti" jelasnya.

Begitupun dengan Bapenda, ia berharap akan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, PAD Koltim saat ini masih sekitaran Rp 25 miliar per tahun, itu pun berfluatif, apalagi hasil PAD banyak dari bagi hasil pemerintah pusat dan provinsi.

"Kami harap Bapenda bisa fokus untuk dongkrak PAD Koltim di tahun ini dan akan datang," tutupnya. (B)

Reporter: Ela Isabella

Editor: Kardin

Baca Juga