adplus-dvertising

Pengakuan Wanita Cantik Indonesia Jadi Pemuas Nafsu Majikan di Arab Saudi: Saya Capek

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Sabtu, 09 Juli 2022
50268 dilihat
Pengakuan Wanita Cantik Indonesia Jadi Pemuas Nafsu Majikan di Arab Saudi: Saya Capek
TKW di Arab Saudi jadi budak nafsu Slsyahwat majikan. Ia mengaku capek dengan pelecehan yang dialami. Foto: Repro YouTube Khairul Azam Alfarizi

" Zulfa tidak menduga jika majikannya hanya berpura-pura baik kepadanya demi misi memuaskan nafsunya "

RIYADH, TELISIK.ID - Gaji Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di Arab Saudi memang tergolong tinggi jika dibandingkan dengan di Indonesia.

Itulah alasan Arab Saudi menjadi salah stau negara tujuan untuk para TKW Indonesia, kebanyakan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Hal ini membuat banyal TKW betah di Arab Saudi hingga beberapa dari mereka menikah dengan majikannya dan beranak-pinak di sana.


Sayangnya, tak semua TKW bernasib sama. Salah satunya yakni TKW bernama Zulfa (nama disamarkan) dikutip dari kanal YouTube Khairul Azam Alfarizi.

Zulfa harus menerima perilaku mesum dari majikan yang sebelumnya ia anggap baik. Ia tidak menduga jika majikannya hanya berpura-pura baik kepadanya demi misi memuaskan nafsunya.

Kebaikan-kebaikan itu ternyata berujung pada pelecehan seksual yang dilakukan majikannya.

Baca Juga: Awalnya Tuduh Polisi Lakukan Kesewenangan, Warga Kota Medan Cabut Laporan

Atas kejadian itu, Zulfa mengingatkan agar para TKW Indonesia tak mudah terbuai dengan kebaikan seorang majikan yang baru dikenal, seperti pengalaman dirinya hingga harus menaruh benda-benda berbunyi keras di pintu demi mengetahui sang majikan masuk kamarnya.

"Jadi teman-teman jangan sampai tergoda sama sepertinya punya majikan baik. Hati-hati. Saya juga sampai pintu kamar sampai saya taruhin panci biar dia masuk itu dang dreng drong dang dreng drong gitu jadi sudah syok sendiri akhirnya," harap Zulfa.

Zulfa juga diberikan gaji tinggi yang tak sebanding dengan pekerjaannya yang tergolong santai. Hal itu membuatnya merasa heran atas kebaikan bosnya.

"Eh pas gitu, pas gajian dia kasih saya 2.300 (riyal). Pokoknya jumlah uang kitanya 8 juta (rupiah). Ada apa? Ini kok saya dikasih 8 juta saya bilang gitu. Gaji saya kan cuman 1.200 (riyal). Kok ini uang kitanya Rp 8 juta?, kata dia gak apa-apa," kata Zulfa.

Tindakan pelecehan seksual di saat dirinya tengah tertidur lelap setelah menerima gaji 8 juta rupiah, pagi buta waktu Subuh, sang majikan tiba-tiba masuk kamar Zulfa.

Majikan nakal itu masuk kamarnya. Zulfa yang tertidur lelap langsung terkejut setelah ia mengetahui majikan itu berada di atasnya lalu memukul bosnya itu tanpa peduli nasibnya.

"Eh pas gitu ya aduh teman-teman ya Allah pas udah gitu udah gajian tu 8 juta, jam 3 subuh dia masuk ke kamar saya. Kan saya lagi ngorok tuh gak tau, tau-taunya ada orang di atas saya terus spontan saya kaget langsung saya pukul pakai sepatu entah apanya itu kena," ungkap Zulfa.

Melansir Jurnalsoreang, pelecehan seksual yang dilakukan oleh majikan laki-lakinya itu dikatakan Zulfa sering terjadi padanya, terutama saat majikan perempuannya tak ada di rumah.

Baca Juga: Polisi Usut Pencabulan Santri Jombang, Tersangka Bertambah

"Udah sering itu ngelakuin pelecehan. Dibuka aja biar teman-teman tau ya semuanya gitu. Jadi kebaikan itu jangan terlalu dipercaya dulu ada itunya. Kalau mamanya lagi enggak ada tu malam, dianya langsung nyamperin saya gitu megang itu megang ini," cetus Zulfa.

Zulfa pun menuturkan bahwa dirinya selalu dibuntuti kemana pun pergi hingga ia merasa lelah dengan perilaku buruk majikannya itu. Ia pun mengatakan saat itu ia tidak bisa berbuat apa-apa karena pada saat bersamaan bos perempuannya sedang dalam kondisi sakit jantung.

"Saya setiap ke mana diikutin. Saya ke mana diikutin pokoknya saya udah capek. Kalau ngadu-ngadu ke mana?," terang Zulfa.

Namun akhirnya Zulfa berhasil kembali ke Indonesia dengan selamat, dibantu seorang WNI yang sedang berada di Arab Saudi setelah ditelantarkan bosnya di bandara, saat akan pulang ke Tanah Air. (C)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga