adplus-dvertising

PMI Pusat Pantau Upaya Pengendalian COVID-19 di Yogyakarta

Affan Safani Adham, telisik indonesia
Senin, 01 Juni 2020
2258 dilihat
PMI Pusat Pantau Upaya Pengendalian COVID-19 di Yogyakarta
PMI Pusat siap membantu pemerintah daerah dalam upaya memerangi penyebaran COVID-19. Foto: Affan Safani Adham/Telisik

" Harapannya hasilnya semua negatif ya. "

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Dalam upaya pembatasan kegiatan yang berpotensi terjadinya kerumunan warga, Pemerintah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, melakukan upaya-upaya preventif yang tegas.

Termasuk pengambilan langkah administrasi demi meminimalkan risiko penyebaran COVID-19. Namun warga tetap diberi ruang untuk melakukan aktivitas sosial dan ekonomi secara terbatas.

Bupati Sleman lantas menetapkan jam operasional dan kegiatan usaha dalam masa darurat COVID-19.


Ketua Bidang Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Sasongko Tedjo, mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab Sleman itu dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Baca juga: Artis Dwi Sasono Ditangkap Polisi karena Kepemilikan Ganja

Sasongko mengatakan, PMI siap membantu pemerintah daerah dalam upaya memerangi COVID-19. Ada 5 ribu relawan PMI di seluruh Indonesia yang dikerahkan untuk membantu pemerintah dalam menangani pendemi ini.

Di sini peran PMI bukan menyelenggarakan rapid test. "Itu bukan wewenang kami dan peran kami adalah membantu dekontaminasi kepada petugas setelah melakukan rapid test," jelas Sasongko, Senin (1/6/2020).

Selain kunjungi Kabupaten Sleman, rombongan PMI Pusat juga melakukan monitoring ke Kabupaten Bantul didampingi Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo.

Ketua PMI Sleman, Sunartono, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan rapid test.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Siapkan Protokol Baru New Normal

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Novita Krisnaini, menjelaskan, upaya tracking terhadap warga di Sleman dilakukan setelah sebelumnya ada 4 orang di Kecamatan Ngemplak yang dinyatakan positif COVID-19.

"Harapannya hasilnya semua negatif ya," ungkap Novi yang menambahkan, pihaknya akan kembali melakukan kegiatan serupa pada tanggal 4 Juni 2020 dan 9 Juni 2020 bagi petugas rapid test yang bertugas di GOR Pangukan dan petugas pasar di Kabupaten Sleman.

Reporter: Affan Safani Adham

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga