adplus-dvertising

Puluhan Keris Pusaka Dipajang di Pameran Pembangunan Kolaka Utara

Muh. Risal H, telisik indonesia
Sabtu, 20 Agustus 2022
463 dilihat
Puluhan Keris Pusaka Dipajang di Pameran Pembangunan Kolaka Utara
Keris pusaka ciri khas masyarakat Selayar berumur ratusan tahun dipajang di stand galeri Tana Doang Kolaka Utara, pameran pembangunan lima tahun kepemimpinan Nur Rahman-Abbas. Foto: Muh. Risal H/Telisik

" Ada puluhan bilah terdiri dari keris dan parang pusaka original yang dipajang di stand galeri Tana Doang Kolaka Utara "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Puluhan keris pusaka dipajang di salah satu stand pameran pembangunan lima tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, MH - H. Abbas, SE yang digelar di alun-alun kota Lasusua.

Bagi pengunjung yang penasaran dan ingin tahu lebih detil tentang pamor dan keunikan benda-benda pusaka itu dapat mengunjungi stand galeri benda pusaka Tana Doang Kolaka Utara yang dipajang oleh komunitas pencinta benda pusaka Kerukunan Keluarga Selayar.

Ariandi Herman, salah satu anggota komunitas pencinta benda pusaka galeri Tana Doang menuturkan, ada puluhan bilah terdiri dari keris dan parang pusaka original yang dipajang di stand galeri Tana Doang Kolaka Utara.


"Benda pusaka yang betul-betul original ada 30 bilah, sementara 10 bilah itu buatan baru atau hasil tempaan," katanya, Jumat (19/8/2022).

Kata dia, 30 keris yang dipajang di stand galeri Tana Doang merupakan gabungan dari keris asal Sulawesi Selatan, seperti Luwu, Bone, dan Soppeng tetapi yang dominan dari Kabupaten Selayar

"Untuk yang tertua itu keris Luk 7. Pusaka ini ditemukan di Kabupaten Selayar," imbuhnya.

Baca Juga: 63 Randis di Muna Barat Masih Disembunyi, Pj Bupati Murka

Lebih lanjut, ia menjelaskan, tujuan mereka membuka stand hanya untuk mengedukasi masyarakat khususnya anak muda agar tidak menyalahartikan fungsi dan tujuan keris atau benda pusaka lainnya.

"Kita memakai keris bukan untuk gaya atau jago-jagoan, tapi di balik keris itu terdapat seni yang mengandung makna atau filosofis," jelasnya.

Menurut Andi Junadis, salah satu pemilik galeri Tana Doang, keris pusaka yang dipajang merupakan pemberian keluarga dan ada juga hasil galian (temuan) kemudian dibersihkan.

"Keris yang dipajang mayoritas pemberian keluarga dan umurnya ada yang sudah ratusan tahun," tukasnya.

Selain keris, lanjutnya, galeri Tana Doang juga memajang parang khas etnis Tolaki, yakni Taawu (Sinangke).

"Parang Taawu itu pusaka asli dari Konawe, itu milik teman di Kolaka Utara yang kami pinjam untuk dipajang di stand galeri Tana Doang ini," urainya.

Baca Juga: Petani Muna Barat Dapat Bantuan Pupuk dan Bibit dari Kementan

Kata dia, bagi masyarakat Selayar, benda pusaka berupa keris, disebut dengan Sapukal dan Sakking.

"Keris asal Selayar dapat diketahui dari hulunya atau gagang, hulunya itu disebut Jompong Te'no," bebernya.

Ia berharap ke depannya, pemerintah daerah dapat menggelar pameran benda pusaka di Kolaka Utara, sehingga budaya atau tradisi tentang benda-benda pusaka bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. (B)

Penulis: Muh. Risal H 

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga