adplus-dvertising

Saleh Daulay Luncurkan Buku: Menghadang Corona

Marwan Azis, telisik indonesia
Jumat, 10 Juli 2020
2266 dilihat
Saleh Daulay Luncurkan Buku: Menghadang Corona
Inilah sampul buku yang ditulis Saleh Partaonan Daulay dengan judul “Menghadang Corona, Advokasi Publik di Masa Pandemik,” yang akan diluncurkan sore via aplikasi Zoom. Foto: Dok Pribadi

" Buku ini ditulis seiring dengan semangat untuk menjaga kebijakan dan program pemerintah agar sesuai dengan keinginan masyarakat. Harapannya, buku ini dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam menuntaskan perang melawan COVID-19. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Di tengah kesibukannya sebagai Anggota DPR di Senayan, Saleh Partaonan Daulay, masih menyempatkan diri menulis.

Bahkan kumpulan tulisannya kini diterbitkan jadi buku dengan judul “Menghadang Corona, Advokasi Publik di Masa Pandemik,” rencananya akan diluncurkan sore ini via aplikasi Zoom dengan menghadirkan sejumlah narasumber

“Buku ini ditulis seiring dengan semangat untuk menjaga kebijakan dan program pemerintah agar sesuai dengan keinginan masyarakat.  Harapannya, buku ini dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam menuntaskan perang melawan COVID-19,” kata Saleh ketika berbincang dengan Telisik.id di Jakarta (10/7/2020).


Diungkapkan, buku berjudul “Menghadang Corona, Advokasi Publik di Masa Pandemik” adalah pernak-pernik pemikiran dan kritiknya yang sudah diterbitkan di media massa. Lalu, pernak-pernik itu kemudian dikumpul dan disistematisasi sehingga tersusun menjadi buku.

Dijelaskan, Virus Corona mengancam dunia. Banyak negara yang warganya terpapar. Tidak satu pun di antara negara-negara itu yang siap menghadapi. Semuanya masih meraba dan berpikir mencari solusi.

Awalnya menyebar di Wuhan, China. Namun perlahan tetapi pasti, meluas ke negara-negara lain. Walau sebelumnya disangkal, belakangan penyebarannya sampai juga ke Indonesia.

Masyarakat gelisah. Banyak yang tidak siap. Virus ini baru dan belum dikenali secara pasti. Anti virusnya belum ada. Vaksinnya belum ditemukan. Tidak heran jika pemerintah pun terkesan tidak siap menghadapi. Ada banyak kendala yang meliputi.

Di saat-saat seperti itu, pemerintah didesak membuat dan melaksanakan kebijakan untuk mengontrol dan meredam penyebaran virus Corona. Ada banyak kebijakan dan regulasi yang dibuat. Ada kesan bahwa kebijakan dan regulasi itu malah banyak yang tidak sinkron.

Itu terlihat dari perbedaan kebijakan antar kementerian. Juga perbedaan antara kebijakan pusat dengan daerah. Termasuk dalam urusan penentuan status suatu daerah atau wilayah.

Baca juga: Sebelum Produksi Massal Kalung Antivirus Corona, DPR Sarankan Kementan Lakukan Uji Coba

Padahal, pandemi COVID-19 adalah tolak ukur untuk menguji kekuatan pertahanan di sektor kesehatan. Baik dilihat dari ketersediaan sarana prasarana dan fasilitas kesehatan, teknologi, kecukupan tenaga medis, dan juga manajemen pelayanan kesehatan.

“Sama dengan pandemi dan endemi yang pernah ada, COVID-19 ini diperkirakan bukan yang terakhir. Bisa jadi suatu saat nanti akan muncul lagi penyakit-penyakit menular sejenis ataupun yang tidak sejenis. Karena itu, penanganan COVID-19 saat ini harus menjadi catatan penting dalam mempersiapkan segala sesuatu di masa mendatang,” tutur mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ini.

Dalam konteks itulah lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Pemerintah memerlukan pikiran, gagasan dan kritikan sebagai alternatif dalam memilih dan menentukan kebijakan.

Diyakini Pemerintah tidak memahami semua dimensi terkait secara komprehensif. Banyak pemikiran dan gagasan yang perlu disuarakan untuk dilaksanakan. Begitu juga, banyak kebijakan dan program yang dinilai tidak tepat dan perlu ditunda.

“Nah, buku ini ditulis seiring dengan semangat untuk menjaga kebijakan dan program pemerintah agar sesuai dengan keinginan masyarakat,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah kesehatan dan ketenagakerjaan ini.

Dalam penulisan buku tersebut, pelaksana Ketua Harian Fraksi PAN DPR RI ini mengucapkan, terimakasih kepada Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Menteri Kesehatan RI yang telah berkenan memberikan testimoni.

“Dalam kesempatan yang sama, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bang Sufmi Dasco (Ketua Satgas Lawan COVID-19 DPR RI) atas kesediannya menulis epilog dalam buku ini,” katanya.

“Terkhusus, saya mengucapkan terimakasih kepada Bang Zulkifli Hasan, Ketua Umum DPP PAN, yang telah berkenan menuliskan prolog dalam buku ini. Semoga buku ini dapat menjadi salah satu bukti komitmen PAN dalam menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat,” tandasnya.

Reporter: Marwan Azis

Editor: Kardin

Baca Juga