Sempat Memanas, Ini Awal Konflik Israel Vs Palestina

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Rabu, 11 Oktober 2023
0 dilihat
Sempat Memanas, Ini Awal Konflik Israel Vs Palestina
Konflik antara Israel dan Palestina kembali memanas, saat kelompok Hamas meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah Israel pada Sabtu (7/10/2023). Foto: Repro Kompas.id

" Konflik antara pejuang Palestina, Hamas dan Israel saat ini kian memanas sampai menewaskan lebih dari 1.000 korban. Konflik kedua negara ini pecah kembali pada Sabtu (7/10/2023) setelah pasukan Hamas menyerang wilayah Selatan Yahudi "

KENDARI, TELISIK.ID - Konflik antara pejuang Palestina, Hamas dan Israel saat ini kian memanas sampai menewaskan lebih dari 1.000 korban. Konflik kedua negara ini pecah kembali pada Sabtu (7/10/2023) setelah pasukan Hamas menyerang wilayah Selatan Yahudi.

Konflik dua negara ini sendiri merupakan perseteruan panjang. Serangan ini menambah ketegangan dan konflik berkepanjangan antara kedua pihak. Saat ini, Israel telah mengadakan serangan balik skala besar, dengan korban di kedua sisi telah menembus angka ribuan.

Konflik antara keduanya telah lama, namun seperti apakah kronologi konflik Israel dan Palestine di jalur gaza? Berikut kronologinya dikutip dari Cnbcindonesia.com:

Menteri luar negeri Inggris tulis surat perjanjian terkait pemukiman Yahudi di Palestina.

Pada 2 November 1917, Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, Arthur Balfour, menulis surat yang ditujukan kepada Lionel Walter Rothschild, seorang tokoh komunitas Yahudi Inggris. Surat tersebut memang singkat, hanya 67 kata, namun isinya memberikan dampak terhadap Palestina yang masih terasa hingga saat ini.

Baca Juga: Pria Ini Berhubungan Seks dengan Balon, Sedih Kalau Meletus

Perjanjian ini mengikat pemerintah Inggris untuk "mendirikan rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina" dan memfasilitasi "pencapaian tujuan ini." Surat tersebut dikenal dengan Deklarasi Balfour.

Eropa janji Yahudi berikan tempat tinggal

Inti dari perjanjian itu, Eropa menjanjikan gerakan Zionis sebuah negara di wilayah yang 90 persen penduduknya adalah penduduk asli Arab Palestina.

Mandat Inggris dibentuk pada 1923 dan berlangsung hingga 1948. Selama periode tersebut, Inggris memfasilitasi migrasi massal orang Yahudi, di mana terjadi gelombang kedatangan yang cukup besar pasca gerakan Nazi di Eropa.

Dalam gelombang migrasi ini, mereka menemui perlawanan dari warga Palestina. Warga Palestina khawatir dengan perubahan demografi negara mereka dan penyitaan tanah mereka oleh Inggris untuk diserahkan kepada pemukim Yahudi.

Pemberontakan

Pada 1936 hingga 1939 terjadi ketegangan hingga menyebabkan pemberontakan Arab. Pada April 1936, Komite Nasional Arab yang baru dibentuk meminta warga Palestina untuk melancarkan pemogokan umum, menahan pembayaran pajak dan memboikot produk-produk Yahudi untuk memprotes kolonialisme Inggris dan meningkatnya imigrasi Yahudi.

Pemogokan selama 6 bulan tersebut ditindas secara brutal oleh Inggris, yang melancarkan kampanye penangkapan massal dan melakukan penghancuran rumah, sebuah praktik yang terus diterapkan Israel terhadap warga Palestina hingga saat ini.

Pada paruh kedua tahun 1939, Inggris telah mengerahkan 30.000 tentara di Palestina. Desa dibom melalui udara, jam malam diberlakukan, rumah-rumah dihancurkan, dan penahanan administratif serta pembunuhan massal tersebar luas.

Inggris juga berkolaborasi dengan komunitas pemukim Yahudi dan membentuk kelompok bersenjata dan "pasukan kontra pemberontakan" yang terdiri dari para pejuang Yahudi bernama Pasukan Malam Khusus yang dipimpin Inggris.

Di dalam Yishuv, komunitas pemukim pra-negara, senjata diimpor secara diam-diam dan pabrik senjata didirikan untuk memperluas Haganah, paramiliter Yahudi yang kemudian menjadi inti tentara Israel. Dalam tiga tahun pemberontakan tersebut, 5.000 warga Palestina terbunuh, 15.000 hingga 20.000 orang terluka dan 5.600 orang dipenjarakan.

Populasi yahudi membengkak

Pada 1947, populasi Yahudi telah membengkak menjadi 33 persen di Palestina, namun mereka hanya memiliki 6 persen lahan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemudian mengadopsi Resolusi 181, yang menyerukan pembagian Palestina menjadi negara-negara Arab dan Yahudi.

Palestina menolak rencana tersebut karena rencana tersebut memberikan sekitar 56 persen wilayah Palestina kepada negara Yahudi, termasuk sebagian besar wilayah pesisir yang subur. Pada saat itu, warga Palestina memiliki 94 persen wilayah bersejarah dan mencakup 67 persen populasinya.

Israel telah melancarkan empat serangan militer berkepanjangan di Gaza yakni di tahun 2008, 2012, 2014 dan 2021. Ribuan warga Palestina telah terbunuh, termasuk banyak anak-anak, dan puluhan ribu rumah, sekolah, dan gedung perkantoran telah hancur.

Pembangunan kembali hampir mustahil dilakukan karena pengepungan tersebut menghalangi material konstruksi, seperti baja dan semen, mencapai Gaza.

Serangan tahun 2008 melibatkan penggunaan senjata yang dilarang secara internasional, seperti gas fosfor. Pada 2014, dalam kurun waktu 50 hari, Israel membunuh lebih dari 2.100 warga Palestina, termasuk 1.462 warga sipil dan hampir 500 anak-anak. Selama serangan tersebut, sekitar 11.000 warga Palestina terluka, 20.000 rumah hancur dan setengah juta orang mengungsi.

Komunitas yahudi pernah dibantai Nazi

Komunitas Yahudi pernah dibantai oleh Nazi pada masa Hitler dan nyaris tidak ada tempat untuk Yahudi kecuali di negeri Islam. Hal ini dikarenakan hukum Islam melarang memerangi ahlu dzimmah (kafir zimmi).

Tidak ada satupun tanah di dunia ini yang mau menampung bangsa Yahudi saat itu, kecuali penguasa muslim Turki Usmani.

Baca Juga: Pernah jadi Negara Termiskin di Bawah Indonesia, Ini Alasan China Kini Negara Maju di Dunia

Melansir Bondowoso.jatimnetwok.com, dari Sayyidina Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi; wahai muslim ini Yahudi di belakangku, bunuhlah!" (HR. Bukhari dan Muslim dalam Shahih Jami' Ash Shaghir: 7414).

Hadits lain mengatakan: "Tidak akan terjadi kiamat, hingga Muslimin memerangi Yahudi, orang-orang Islam memerangi Yahudi, sampai Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon."

"Namun batu dan pohon berkata; Wahai Muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi dibelakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon gharqad (yang tidak demikian) karena termasuk pohon Yahudi." (HR. Muslim dalam Shahih Jami' Ash Shaghir: 7427)

Hadist tersebut dari kekuatan sanadnya termasuk hadits shahih tanpa perbedaan pendapat dan termasuk dari tanda-tanda kenabian Rasulullah SAW. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga