Simak 10 Adab Bertamu Saat Hari Lebaran

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Kamis, 11 April 2024
0 dilihat
Simak 10 Adab Bertamu Saat Hari Lebaran
Saat bertamu di hari lebaran penting memperhatikan abad. Foto: Repro Freepik/EyeEm

" Salah satu tradisi yang dilakukan saat hari raya Idul Fitri atau Lebaran adalah bertama ke rumah keluarga dan teman kerabat. Maka penting untuk mengetahui apa saja adab saat bertamu di hari Lebaran ini "

KENDARI, TELISIK.ID - Salah satu tradisi yang dilakukan saat hari raya Idul Fitri atau Lebaran adalah bertama ke rumah keluarga dan teman kerabat. Maka penting untuk mengetahui apa saja adab saat bertamu di hari Lebaran ini.

Pada umumnya, dikutip dari kemenkeu.go.id, adab memiliki sebuah arti kesopanan, keramahan, dan kehalusan budi pekerti. Adab erat kaitannya dengan akhlak atau perilaku terpuji.

Para ahli bahasa juga kebanyakan menyebutkan bahwa adab merupakan kepandaian dan ketepatan dalam mengurus segala sesuatu. Begitupun ahli agama juga turut berpendapat bahwa adab merupakan suatu kata atau ucapan yang mengumpulkan segala perkara kebaikan di dalamnya.

Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun berdasarkan nilai-nilai budaya atau aturan agama. 

Maka adab sangat penting dijaga dan diterapkan di setiap keadaan, termasuk bertamu saat hari lebaran.

Lantas, apa saja yang harus dilakukan sebagai bentuk adab baik saat bertamu di hari Lebaran?

Baca Juga: Panduan Puasa Syawal: Tata Cara, Niat, dan Doa Buka Puasanya

Melansir NU Online, berikut beberapa adab bertamu saat Lebaran yang perlu dilakukan:

1. Niat Silaturrahim saat Lebaran

Saat kita berkunjung kepada seseorang, hendaknya disertai niat yang baik dan mulia. Hal ini perlu dilakukan karena segala sesuatu bergantung kepada niatnya.

Misalnya, berbakti kepada orang tua dan memuliakan mereka jika yang dikunjungi adalah orang tua. Begitu juga dengan niat untuk menyambung tali silaturahim, memperkuat ikatan sesama muslim, memenuhi undangan jika sebelumnya ada undangan, membahagiakan orang yang dikunjungi, dan sebagainya.

2. Waktu Silaturrahim

Saat berkunjung atau bertamu hendaknya tidak dilakukan pada waktu istirahat atau saat orang baru pulang bepergian. Tujuannya agar tidak mengganggu waktu istirahat dan kenyamanannya. Makanya, agar tuan rumah lebih siap, sebaiknya kita membuat janji atau jadwal terlebih dahulu. 

3. Tidak Terburu-Buru

Saat bertamu juga hendaknya tidak terlalu buru-buru, namun tidak pula terlalu terlama, kecuali diminta oleh tuan rumah. Kendati harus menginap, dianjurkan oleh Rasulullah saw. paling lama sampai tiga hari.  

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Hak menjamu tamu itu hanya tiga hari. Lebih dari itu adalah sedekah. Maka (setelah itu) hendaknya tamu pergi, sehingga tidak memberatkan tuan rumah.” (HR. Ahmad). 

4. Tidak Pilih-Pilih

Tidak membeda-bedakan atau memilih-milih orang yang dikunjungi, baik yang kaya maupun yang miskin, baik pejabat maupun sipil. Hanya saja, sudah menjadi tuntunan syariat dan budaya yang berlaku, yang lebih muda datang kepada yang lebih sepuh, bawahan datang kepada atasan, dan seterusnya. Apa pun keadaan mereka, hendaknya tidak menjadi halangan bagi kita untuk menemui dan mengunjunginya. 

5. Tidak Bermaksud Cari Makan Gratis

Kedatangan kita ke tempat seseorang atau ke suatu jamuan, jangan sampai dimaksudkan untuk memenuhi keinginan makan atau mencari kenikmatan hidangan secara gratis.

Kendati disiapkan hidangan, terima dan cicipilah dengan senang hati meski merasa sedikit kenyang, menerimanya tidak berlebihan, berusaha menghabiskan makanan yang sudah di piring, dan selalu meluruskan niat, seperti mencari kekuatan ibadah, menuai keberkahan makan bersama, dan sebagainya. 

6. Menjaga Sikap dan Sopan santun

Tetap menjaga sikap dan sopan santun di hadapan tuan rumah dan keluarganya, seperti mengucap salam, menyalami orang yang hadir, duduk di tempat yang diinginkan tuan rumah.

Begitu juga dengan jngan sampai melontarkan candaan atau perkataan berlebihan yang sekiranya menyinggung perasaan tuan rumah. Jangan terlalu memperhatikan keadaan seisi rumah. Jangan duduk di depan ruangan perempuan atau menghalangi orang lewat. Tidak banyak bertanya kepada tuan rumah kecuali hal penting saja seperti toilet dan tempat shalat. Tidak beranjak keluar atau pulang sebelum mendapat izin dari tuan rumah.

7. Bersikap Baik Kepada Tuan Rumah

Tunjukkanlah selalu perbuatan yang membahagiakan tuan rumah. Bahkan, demi membahagiakannya, saat berpuasa sekalipun pun kita diperbolehkan berbuka selama puasa yang ditunaikan adalah puasa sunah, bukan puasa wajib.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Memenuhi undangan hendaknya jangan sampai terhalang oleh keadaan seseorang sedang berpuasa. Tetap datanglah menghadirinya. Bahkan, jika berbuka adalah hal lebih menyenangkan saudaranya, maka berbukalah. Perhatikan pula, saat ia berbuka, harus diniatkan memberikan kesenangan dalam hati saudaranya. Namun, itu dilakukan dalam puasa sunat.” (?l-Ghazali, II/20).       

Baca Juga: Sejarah Hari Raya Idul Fitri, Bermula dari Dua Peristiwa

8. Menghindari Fitnah

Untuk menghindari fitnah, seorang laki-laki hendaknya tidak bertamu ke rumah seorang yang tuan rumahnya perempuan sendirian kecuali si laki-laki membawa istri atau keluarga istrinya yang lain.   

9. Tidak Pamer Kekayaan

Memenuhi undangan, silaturahim, atau berkunjung kepada seseorang bukan ajang untuk pamer kekayaan atau barang yang kita miliki. Sebab, penampilan yang berlebihan bisa saja membuat orang yang dikunjungi merasa minder, malu, dan tidak nyaman. Maka berpenampilanlah secara sederhana dan seperlunya saja. 

10. Membawa Bingkisan

Termasuk membahagiakan tuan rumah adalah membawa bingkisan atau buah tangan, baik untuk si pemilik rumah, keluarga, atau anak-anaknya. Namun ini bukan satu keharusan, sehingga menjadi penghalang tercapainya silaturahim. 

Nah, itulah beberapa adab bertamu saat Lebaran yang mesti kita perhatikan dan kita terapkan demi kebaikan bersama. Semoga bermanfaat.

Penulis: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga