The Flash, Film Superhero dengan Tema Multisemesta Lagi

Ahmad Badaruddin, telisik indonesia
Kamis, 22 Juni 2023
0 dilihat
The Flash, Film Superhero dengan Tema Multisemesta Lagi
The Flash Barry Allen mempotret Super-Girl dari dalam Batwing. Foto: Kincir.com

" Tema multisemesta dalam dunia perfilman bukanlah hal yang baru, namun akhir-akhir ini tema itu semakin banyak digunakan, apalagi semenjak film-film superhero seperti Spider-Man: No Way Home (2021) "

KENDARI, TELISIK.ID - Tema multisemesta dalam dunia perfilman bukanlah hal yang baru, namun akhir-akhir ini tema itu semakin banyak digunakan, apalagi semenjak film-film superhero seperti Spider-Man: No Way Home (2021).

Baru-baru ini film superhero dengan tema multisemesta kembali tayang, dari alam semesta DC Extented Universe (DCEU) berjudul The Flash. The Flash sendiri merupakan film lanjutan dari Justice League: The Snyder Cut (2021).

Sesuai Judulnya, The Flash hadir dengan cerita utama dari event komik Flashpoint, di mana Barry Allen yang memakai jubah Flash merusak garis waktu utama demi dapat hidup kembali bersama keluarganya. 

Baca Juga: Tidak Laku, Film Animasi Terbaik Tahun ini Gagal Bersaing di Kendari

Namun, prosesnya tersebut justru menghancurkan garis waktu, di mana di garis waktu yang terbaru Batman tersebut adalah Batman tua yang aktif di era 70-an, diperankan oleh Michael Keaton, dan Super-Man yang berbeda jenis kelamin yaitu Kara Zol-el dan menjadi Super-Girl.

Meski kembali menampilkan konsep multisemesta yang sudah semakin marak di industri film dunia, The Flash justru tetap berdiri dengan baik didukung oleh jalan cerita yang memukau dengan karakter Barry Allen yang mempunyai motivasi jelas dalam hidupnya.

Di sisi lain, naskah yang ditulis oleh Chirstina Hodson behasil menjelaskan konsep multisemesta yang cukup baik dengan menganalogikannya dengan spagheti.

Penjelasan menggunakan spagheti tersebut membuat banyak penonton yang berhasil tersentuh dan memahami film superhero ini, sebagaimana yang disampaikan Fia, penonton film ini.

"Walaupun konsep yang dibawakan rumit tapi kita mudah mengerti dengan jalan cerita filmnya," tuturnya pada Telisik.id, Kamis (22/6/2023).

Selain itu, karena tema besar film ini yang bergenre komedi, sepanjang film menonton akan sering tertawa bersama dengan komedi-komedi yang ditawarkan. Namun di akhir film, penonton akan dibawa menangis tersentuh dengan adegan akhir yang cukup menguras air mata.

Baca Juga: Pecinta India Merapat, Ini 5 Film Bollywood tentang Pekerja Seks yang Menarik untuk Ditonton

"Sempat menangis di akhir, sedih dengan adegan endingnya," ungkap Jumalia, yang turut menyaksikan film ini.

Meski secara keseluruhan film ini dipuji oleh banyak kritikus, sayangnya konsep multisemesta tampaknya terasa sedikit membosankan oleh banyak penonton di Kendari. Hal ini dibuktikan dengan tidak mampunya Film ini bersaing denga film Transformer Rise of The Beast yang telah tayang lebih dulu, sebagaimana yang disampaikan oleh Berta, pegawai Bioskop Hollywood Square Kendari.

"Yang paling banyak di tonton itu Transformer, kalau The Flash agak Jarang," tuturnya. (A)

Penulis: Ahmad Badaruddin 

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga