adplus-dvertising

Tiongkok Akan Bangun Pangkalan Militer di Indonesia, Komisi I: Perlu Diwaspadai

Rahmat Tunny, telisik indonesia
Sabtu, 05 September 2020
821 dilihat
Tiongkok Akan Bangun Pangkalan Militer di Indonesia, Komisi I: Perlu Diwaspadai
Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta. Foto: fraksi.pks.id

" Info tersebut paling tidak memberi kita peringatan akan adanya agenda dan operasi dari negeri Tiongkok dan boleh jadi Amerika terhadap negeri-negeri yang disebut, terutama Indonesia. Ini yang harus diwaspadai. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kabarnya, Tiongkok bakal membangun pangkalan militer di beberapa negara sebagai bagian dari proyek OBOR, termasuk Indonesia.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta mengatakan, informasi soal rencana Tiongkok membuka pangkalan militer di Indonesia tidak bisa dipercaya seutuhnya, namun kabar tersebut harus diwaspadai oleh pemerintah dan rakyat Indonesia.

"Tentu kita tidak bisa menerima info tersebut mentah-mentah karena boleh jadi itu bagian dari pertarungan perebutan pengaruh antarnegara besar. Yang penting info tersebut perlu menjadi masukan bagi kita dan harus dikaji secara mendalam. Walau pun saat ini belum direalisasikan tetapi setidaknya ada kemauan atau niat dari Tiongkok," kata Sukamta, Sabtu (5/9/2020).


"Info tersebut paling tidak memberi kita peringatan akan adanya agenda dan operasi dari negeri Tiongkok dan boleh jadi Amerika terhadap negeri-negeri yang disebut, terutama Indonesia. Ini yang harus diwaspadai," tambahnya.

Baca juga: Sekjen MUI Tolak Program Sertifikasi Dai dari Kementerian Agama

Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri ini menambahkan, harus menjaga agar politik luar negeri Indonesia terjaga bebas aktif. Kita apresiasi sikap Kemenlu yang tegas soal ini. Kita minta pemerintah terus konsisten agar tidak condong terhadap tarikan negara-negara besar.

"Supaya bisa terus menjaga sikap bebas aktif secara politik, maka pemerintah RI harus menjaga supaya secara ekonomi tetap mandiri tidak berhutang budi terhadap Tiongkok," jelasnya.

"Kalau hutang budi terlalu banyak pasti akan sulit menghadapi tekanan bila saatnya mereka menagih ke pada Indonesia," tutup Sukamta.

Reporter: Rahmat Tunny

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga