adplus-dvertising

Unjuk Rasa di Kendari Bentrok, Massa dan Jurnalis Dipukul Polisi

Siswanto Azis, telisik indonesia
Kamis, 18 Maret 2021
5965 dilihat
Unjuk Rasa di Kendari Bentrok, Massa dan Jurnalis Dipukul Polisi
Salah seorang pengunjukrasa yang dipukuli oleh pihak kepolisian. Foto: Siswanto Azis/Telisik

" Saya konfirmasi dulu ke Kabag Ops, karena saya tidak di lokasi tadi. "

KENDARI, TELISIK.ID - Unjuk rasa dari kelompok Pemerhati Keadilan Sulawesi Tenggara (PK-Sultra) di Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, Sultra berakhir ricuh.

Kericuhan tersebut berawal ketika massa mencoba melakukan aksi bakar ban di depan gerbang kantor BLK Kendari, namun dihalang-halangi oleh aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.

Sempat terjadi adu jotos antara pihak kepolisian dari Polres Kendari dan para pengunjuk rasa, terlebih dahulu terlibat adu mulut hingga berujung kejar-kejaran di jalan raya.


Bukan hanya itu, salah seorang pengunjukrasa yang tak diketahui identitasnya terkapar di tengah jalan, lantaran terkena hantaman sepatu laras oleh beberapa anggota kepolisian. 

Ia beberapa kali mendapatkan pukulan dan hantaman bagian kepala dan dada dari aparat kepolisian, hingga ia terkapar di tengah jalan, beruntung rekannya cepat menolongnya membawanya di tempat yang aman.

Baca juga: 1 Tahun COVID-19 di Kendari: Corona Nyaris Habis, Jadi Momentum Bersejarah

Bukan hanya para pengunjukrasa yang mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari pihak kepolisian, seorang jurnalis (Rudi) dari Berita Kota Kendari (BKK) juga dipukul di bagian kepala.

Selain mendapatkan pukulan di bagian kepala, jurnalis Berita Kota Kendari ini juga dicaci maki oleh polisi dengan sebutan nama binatang, padahal ia telah menunjukkan kartu identitas persnya.

Hingga berita ini di turunkan, pihak Polres Kendari belum memberikan pernyataan lengkapnya terkait hal ini.

Paur Subbag Humas Polres Kendari, Bripka Afrimal mengatakan, masih akan meminta informasi kepada Kabag Ops Polres Kendari.

"Saya konfirmasi dulu ke Kabag Ops, karena saya tidak di lokasi tadi," katanya.

Untuk diketahui, Aksi unjukrasa terkait Pokja dan BLK Kendari yang membatalkan hasil lelang pekerjaan Workshop Las dan Workshop Otomotif Mobil itu awalnya berlangsung damai.

Baca juga: Mudik Lebaran 2021, Dua Kapal Disiapkan Layani Penumpang Amolengo-Labuan

Dalam orasinya, koordinator demonstrasi, Aldo Zafar mengatakan, jika lelang tersebut telah menabrak regulasi dan peraturan yang berlaku.

“Kami meminta Pokja dan pimpinan BLK Kendari untuk membatalkan pemenang lelang pekerjaan workshop las dan workshop otomotif mobil. Kami juga meminta Sekjen Kemenaker RI mencopot Kepala BLK Kendari," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala BLK Kendari, Laode Haji Polondu mengatakan, ia tak mengetahui perihal proses tender tersebut. Ia menyebut, proses tender merupakan kewenangan Pokja yang telah ditunjuk.

"Awalnya di 2020, Pokja itu di-SK-kan oleh Kepala BLK. Di 2021, surat tugas dibentuk oleh Kepala Biro Umum di Kementerian. Anggotanya 2 orang dari pusat (Kemenaker) dan 3 dari BLK Kendari," kata Polondu.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra Sarjono, mengecam keras atas tindakan arogansi yang di perlihatkan oleh parat kepolisian Polres Kendari yang menganiaya jurnalis pada saat menjalankan profesi jurnalistiknya di kantor BLK Kendari.

“Pimpinan Polri harus mempertanggungjawabkan kekerasan yang dilakukan oleh anggotanya,” tegasnya. (A)

Reporter : Siswanto Azis

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga