adplus-dvertising

Warga Butur Keluhkan Jalan Rusak Ronta-Maligano, Ini Tanggapan Pemerintah

Aris, telisik indonesia
Minggu, 15 Agustus 2021
3654 dilihat
Warga Butur Keluhkan Jalan Rusak Ronta-Maligano, Ini Tanggapan Pemerintah
Kondisi jalan rusak Ronta-Maligano, Buton Utara. Foto: Ist.

" Dari postingan videonya, terlihat beberapa orang sedang memperbaiki jalan rusak itu agar bisa dilalui kendaraan roda empat yang melintas di jalan itu "

BUTON UTARA, TELISIK.ID - Warga Kabupaten Buton Utara (Butur), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali diresahkan dengan kondisi jalan rusak.

Keluhan tersebut salah satunya disampaikan seorang warga Butur, Samsudin, melalui postingan di akun facebooknya bernama Herkules.

Dari postingan foto dan video di media sosial facebooknya, terlihat kondisi jalan rusak yang dilalui kendaraan roda empat, namun mengalami kesulitan melewati lumpur di sepanjang jalan rusak itu.


Dari postingan videonya, terlihat beberapa orang sedang memperbaiki jalan rusak itu agar bisa dilalui kendaraan roda empat yang melintas di jalan itu.

Postingan akun facebook Herkules mengenai jalan rusak tersebut, pada Sabtu (14/8/2021), sudah disukai 192, 126 komentar, dan 98 kali dibagikan.

Melalui postingannya ia juga menyampaikan kepada pihak-pihak yang mempunyai kewenangan pada perbaikan jalan rusak itu.

"Saya sampaikan kepda anggota DPRD prov, sultra perwakilan dpil Buton Utara Abdul Salam Sahadia, Ibu Muniarti, dan Gubernur Sultra Alimazi agar kiranya segra memikirkan serta mengucurkan anggaran perbaikan jalan rusak di buton utara, tepatx jln rusak ini jln dri ronta menuju maligano," tulis akun facebook, Herkules, saat berada di lokasi, Sabtu (14/8/2021).

"saya tdk butuh pengakuan, tapi pembuktian yg saya inginkan, Yang simple aja," sambungnya.

Saat dihubungi Telisik.id, Samsudin pemilik akun Herkules mengatakan, jalan rusak itu adalah jalan yang menghubungkan Ronta, Kabupaten Butur dan Maligano, Kabupaten Muna.

Dia berharap, agar pemerintah bisa segera memperbaiki jalan rusak tersebut.

"Supaya perekonomian masyarakat Butur bisa lancar. Kedua supaya daerah Butur bisa setara dengan daerah lain, hidupnya masyarakat Butur bisa sejahtera," harap Samsudin.

Sementara itu, anggota DPRD Butur, Nasri mengatakan, dengan rusaknya jalan poros Ronta-Maligano, memperlihatkan bahwa perekonomian Butur itu buruk.

"Apa saja, semua aktivitas dia pengaruhi itu, karena itu satu-satunya jalan penghubung keluar daerah," ungkap Nasri kepada Telisik.id, belum lama ini.

"Ini kalau dibiarkan, kira-kira siapa yang mau bertanggung jawab di sana," tambah anggota Komisi III DPRD Butur ini.

Kendati demikian, ia akan memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai perwakilan masyarakat di lembaga legislatif.

"Harus dipahami apa yang menjadi penderitaan mereka," imbuh Nasir yang juga mantan Kepala Desa Gunungsari Periode 2000-2008 dan Periode 2008-2016 ini.

Nasri juga mengatakan, agar memilih wakil rakyat yang dapat dipercaya dan mengemban amanah rakyat.

"Bukan pilih wakil rakyat yang punya uang," ujar anggota DPRD Butur Fraksi Adil Demokrat ini.

Selain itu, Nasri mengaku, pada tahun lalu (2020) pihaknya sudah memperbaiki beberapa titik jalan rusak yang menghubungkan Ronta-Maligano.

"Bukan saja Maligano, dari Langkumbe sampai di SP 4 juga," ungkapnya.

Nasi berharap kepada generasi muda Butur harus memiliki konsep agar bagaimana langkah-langkah yang akan dilakukan bisa memajukan daerah Butur.

"Jangan hanya mencari kelemahan siapa-siapa, tetapi mari kita bahu-mambahu kalau melihat sesuatu yang kurang tepat, bagaimana kita kasi tepat," tegasnya.

Selanjutnya, Nasri juga mengatakan, sebagai perwakilan masyarakat di DPRD Butur, dia juga kerap berkonsultasi dengan pihak DPRD Provinsi Sultra untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan rusak di Butur.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Provinsi Sultra, Dapil Muna, Muna Barat dan Butur, Abdul Salam Sahadia mengaku, sudah meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan penanganan pada jalan rusak tersebut.

"Jauh sebelum ada postingan itu saya sudah meminta PUPR untuk segera melakukan penanganan," katanya saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (15/8/2021).

Baca Juga: Dua Saudara Kandung Aniaya Anak di Bawah Umur, Salah Satunya Mantan Napi

Baca Juga: Jejak Sejarah Islam Benteng Awaludin Lagole di Pulau Tomia

Dia juga mendesaak PUPR untuk sesegera mungkin melakukan penanganan jalan rusak tersebut.

Menanggapi jalan rusak tersebut, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sultra, Burhanuddin mengatakan, pihaknya masih menunggu cuaca membaik.

"Kalau cuaca sudah mulai bagus, baru kita mulai turun untuk pemeliharaannya, karena kalau kondisi sekarang masih hujan, paling kita siap alat-alat untuk menarik dulu untuk sementara," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurut Burhanuddin, penanganan jalan itu (Ronta-Maligano) pada saat musim hujan tidak maksimal.

"Kita tetap melakukan pemeliharaan, kita sudah rencanakan pemeliharannya, tetapi kita masih tunggu dulu mudah-mudahan dalam waktu seminggu kedepan ini cuaca sudah memungkinkan, sehingga alat bisa turun," tambahnya.

Untuk diketahui, Jalan rusak penghubung Ronta, Kabupaten Butur-Maligano, Kabupaten Muna merupakan jalan yang berstatus jalan provinsi. (A)

Reporter: Aris

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga