KONAWE UTARA, TELISIK.ID - Roni Dipenogoro, tokoh masyarakat Desa Morombo Pantai, Konawe Utara, mengungkapkan kekhawatirannya atas dugaan pemuatan ore hasil penambangan liar secara diam-diam pada malam hari dari Stock File masyarakat ke Jetty Tristaco.

Pada saat verifikasi Roni dengan salah satu perusahaan kontraktor, PT. Putra Uloe menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui proses pengangkutan ore nikel tersebut dan mengklaim bahwa mereka sudah tidak lagi terlibat dalam kegiatan penambangan

Sehingga aktivitas yang terjadi pada Kamis malam (16/5/2024) ini, diduga dimotori oleh oknum pejabat polisi yang tidak bertanggung jawab. Roni menduga bahwa oknum tersebut berusaha menghilangkan barang bukti terkait keterlibatan mereka dalam kasus penambangan liar.

"Sekarang ini yang terjadi ada orang kepolisian yang terlibat disitu dan mereka lagi houling ini barang. Kenapa, untuk menghilangkan barang bukti, dugaan saya ini oknum kepolisian yang sudah terciduk di Polda ini mereka yang buat gerakan," ungkap Roni pada saat itu.

Keesokan harinya, Jumat (17/5/2024), kekhawatiran Roni semakin diperkuat dengan adanya aktivitas di Jetty PT. Tristaco. Padahal, jetty tersebut belum memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).