15 Hari Konflik Israel dan Palestina, Tank Israel Mendekat ke Gaza

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Sabtu, 21 Oktober 2023
0 dilihat
15 Hari Konflik Israel dan Palestina, Tank Israel Mendekat ke Gaza
Konflik berdarah masih terus terjadi di jalur Gaza. Israel masih melancarkan serangan ke wilayah Gaza bahkan menyerang warga sipil dan anak-anak. Foto: Tirto.id

" Konflik berdarah masih terus terjadi di jalur Gaza. Israel masih melancarkan serangan ke wilayah Gaza, bahkan menyerang warga sipil dan anak-anak "

TEL AVIV, TELISIK.ID - Konflik berdarah masih terus terjadi di jalur Gaza. Israel masih melancarkan serangan ke wilayah Gaza, bahkan menyerang warga sipil dan anak-anak.

Badan-badan hak asasi manusia mengecam krisis kemanusiaan yang semakin parah di Gaza. Di mana makanan, air dan listrik hampir habis setelah Israel memutus pasokan.

Israel terus melakukan pemboman besar-besaran terhadap sasaran di seluruh Gaza pada hari Sabtu malam setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji untuk "berjuang sampai kemenangan" menyusul pembebasan dua tawanan pertama oleh kelompok Hamas yang berkuasa di wilayah tersebut.

Berikut update terbaru konflik Israel dan Palestina di jalur Gaza dilansir dari Aljazeera.com:

Baca Juga: Palestina Merdeka Pertanda Kiamat Semakin Dekat?

1. Bantuan yang masuk ke Gaza masih kurang

Perbatasan Rafah antara Mesir dan Gaza telah dibuka dan 20 truk bantuan telah memasuki wilayah kantong yang terkepung. Namun kelompok-kelompok kemanusiaan mengatakan bantuan awal ini masih "setetes air di lautan".

Ke-20 truk bantuan tersebut akan diizinkan bergerak ke area antara gerbang Mesir dan gerbang Palestina. Kemudian bantuan tersebut akan dikirim ke gudang PBB untuk didistribusikan ke seluruh Jalur Gaza

2. Hamas bebaskan tawanan perang

Tawanan Amerika yang dibebaskan, Judith Raanan dan putrinya Natalie, diculik oleh Hamas selama serangan 7 Oktober di Israel selatan telah dibebaskan. Sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, membebaskan para sandera "untuk alasan kemanusiaan" setelah upaya mediasi Qatar.

Pengepungan total yang dilakukan Israel terhadap daerah kantong tersebut terus berlanjut dan Israel mengatakan pengepungan ini tidak akan dicabut kecuali para sandera Israel dibebaskan.

3. Korban tewas tembus 5.540 orang

Mengutip Cnbcindinesia.com angka korban tewas kini menembus total 5.540 jiwa. Kematian di Gaza mencapai 4.137, di mana 1.524 adalah anak-anak, 1.000 manita, termasuk 11 jurnalis.

Sementara Israel sendiri mengklaim 1.403 orang tewas, di mana 306 pasukan dan 57 polisi. Sedangkan 4.629 orang dilaporkan terluka.

4. Ratusan orang demo di Qatar

Ratusan orang dari berbagai negara berkumpul di Masjid Imam Muhammad bin Abdul Wahhab di Doha, Qatar. Mereka mengekspresikan solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza dan memprotes serangan tanpa henti Israel terhadap wilayah itu.

Usai salat Jumat, massa mengibarkan bendera, membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan. Beberapa meneriakkan "Palestina Merdeka" dan mengakhiri pendudukan Israel.

"Kami di sini hari ini menentang kekejaman yang dilakukan oleh Zionis di Gaza dan tempat lain di Palestina. Mereka melakukannya sejak tahun 1948, mereka mengusir kami saat itu dan sekarang mereka mencoba melakukan hal yang sama di Gaza," kata Yousef Kiblawi, 49, seorang warga Palestina, yang merupakan manajer di sebuah perusahaan minyak dan gas di Qatar.

5. Eks PM Israel minta lanjutkan serangan udara ke Gaza

Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett meminta tentara tidak terburu-buru melakukan operasi darat ke Gaza. Menurutnya lebih baik melanjutkan serangan udara untuk saat ini.

Mengutip media sosial X, ia mengatakan Israel harus menggunakan keunggulan udaranya ketika pejuang Hamas bersembunyi di terowongan. Pejabat militer Israel mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa serangan darat akan dilakukan "segera".

6. Tank Israel terlihat satelit diam-diam menuju Gaza

Analisis citra satelit yang diambil Planet Labs, operator satelit yang berbasis di AS, mengungkap Israel mengerahkan ratusan kendaraan tempur lapis baja. Tumpukan kendaraan militer Israel yang terlihat dalam citra satelit, berada sekitar 6 Km dari perbatasan utara Gaza.

Hal ini menunjukkan kemungkinan bahwa Israel memang bergegas mengerahkan pasukan dalam jarak 10 kilometer dari perbatasan. Ini merujuk invasi darat yang sebelumnya sudah diumumkan pemerintah PM Benjamin Netanyahu.

"Sekitar 200 kendaraan yang diduga milik Israel dikumpulkan. Kemungkinan besar militer Israel sedang mempersiapkan invasi darat," kata profesor studi informasi di Universitas Tokyo, Hidenori Watanabe.

7. Pasokan dan stok obat di RS Gaza menipis

Kekurangan bahan bakar, air dan listrik membuat rumah sakit (RS) di Gaza tidak berfungsi. Bahkan, dalam beberapa kasus, fasilitas kesehatan itu tidak dapat berfungsi.

Direktur CARE West Bank dan Gaza Country Director Hiba Tibi mengatakan juga mengatakan kelangkaan bahan bakar menyebabkan warga Gaza terpaksa menggunakan air yang terkontaminasi karena sebagian besar air tidak dapat diminum karena memerlukan unit pengolahan tidak berfungsi karena tak ada bahan bakar.

Baca Juga: Update Terbaru Palestina Vs Israel, Bisa jadi Perang Dunia ke-3?

"Kami membutuhkan bahan bakar untuk menyalurkan air bersih ke masyarakat. Semua itu menjadi sangat rumit," kata Tibi.

Menurut pernyataan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan ( OCHA). lebih dari 60 persen fasilitas perawatan primer ditutup, dan rumah sakit di Gaza berada di ambang kehancuran. RS kekurangan listrik, obat-obatan, peralatan dan personel khusus,

OHCA menambahkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mengonsumsi air dari sumber yang tidak aman. Sehingga berisiko menyebabkan kematian dan menempatkan masyarakat pada risiko wabah penyakit menular.

"Hal terpenting bagi kami adalah memastikan bahwa kami memiliki akses terhadap bahan bakar, untuk rumah sakit dan unit pengolahan air di Gaza," tambahnya. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga