KENDARI, TELISIK.ID – Fenomena jagat perfilman Barbenheimer (Barbie dan Oppenheimer) yang mengguncang dunia maya, hingga masuk dalam Wikipedia, mengahadirkan persaingan antara 2 film besar yakni Barbie dan Oppenheimer yang mana di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, persaingan tersebut dimenangkan oleh Barbie.
Film Barbie menceritakan tentang kisah Barbie, boneka anak-anak yang begitu populer, hidup dalam dunianya sendiri yakni Barbieland yang terhubung oleh dunia nyata ketika dimainkan oleh orang-orang di dunia nyata. Pada suatu masa, Barbie kemudian mengalami krisis identitas terkait dirinya yang memikirkan kematian. Hal inilah yang kemudian membawa Barbie ke dunia nyata ditemani oleh Ken.
Dalam perjalanannya ke dunia nyata, Barbie mendapati dunia patriarki yang mengecilkan kaum wanita. Dalam perjalanannya juga, Barbie mendapati sebuah dunia yang tidak sama dengan yang ia bayangkan. Di dunianya, semua lebih berwarna, sedangkan di dunia nyata lebih monokrom dan penuh rasa sakit.
Film Barbie hadir sebagai film yang menurut sebagian orang akan menjadi sebuah film yang sederhana. Rupanya film ini banyak mengandung pesan-pesan filosofis yang sulit dimengerti oleh sebagian orang, mulai dari isu feminisme, patriarki, esensi kehidupan, krisis identitas dan masih banyak lagi yang dibalut dengan komedi dan musical yang penuh warna.
Baca Juga: Barbie dan Oppenheimer akan Tayang Pekan Ini, Presale Sudah Bisa Dibeli di Kendari
