Bisnis Prostitusi Laris di Tengah Forum Ekonomi Dunia, PSK Nyamar Wanita Kantoran

Adinda Septia Putri, telisik indonesia
Jumat, 20 Januari 2023
0 dilihat
Bisnis Prostitusi Laris di Tengah Forum Ekonomi Dunia, PSK Nyamar Wanita Kantoran
Forum ekonomi dunia atau WEF yang setiap tahun diselenggarakan di Kota Davos, Swiss jadi ladang bisnis prostitusi. Foto: Weforum.org

" Sebuah kota resor ski di Swiss, Davos, setiap tahunnya menjadi tuan rumah untuk forum ekonomi dunia alias World Economics Forum (WEF), di tengah isu ekonomi di seluruh dunia yang dibicarakan dengan serius, beberapa dari peserta forum ternyata menghabiskan waktu luangnya untuk menyewa pekerja seks komersial (PSK) "

DAVOS, TELISIK.ID - Sebuah kota resor ski di Swiss, Davos, setiap tahunnya menjadi tuan rumah untuk forum ekonomi dunia alias World Economics Forum  (WEF), di tengah isu ekonomi di seluruh dunia yang dibicarakan dengan serius, beberapa dari peserta forum ternyata menghabiskan waktu luangnya untuk menyewa pekerja seks komersial (PSK).

Dikutip dari Wolipop.detik.com, bisnis prostitusi ternyata marak setiap kali ada perhelatan yang rutin dihadiri oleh para konglomerat, bos perusahaan internasional, dan utusan pemerintahan dari bangsa-bangsa di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Saking tingginya permintaan, seperti dilaporkan The Times of London, kepolisian Swiss mengonfirmasi setidaknya ada 100 pekerja seks yang datang ke Davos 2020.

Permintaan sepertinya tidak akan menurun di World Economic Forum tahun ini yang berlangsung pada 16-20 Januari 2023. Salah satu setidaknya demikian menurut seorang perempuan yang mengatur bisnis kotor tersebut. Ia mengaku sudah menerima 11 reservasi dan 25 permintaan.

Baca Juga: Kendari Undercover: Bisnis Prostitusi di Hotel Esek-esek

"Beberapa di antaranya memesan escort buat dirinya sendiri atau karyawan mereka untuk meriahkan pesta di kamar hotel mereka," kata wanita tersebut.

Dilansir dari Liputan6.com, puluhan PSK mengerumuni kota resor ski Davos di Swiss untuk menawarkan layanan mereka pada para "pendatang berduit." Beberapa di antara mereka disebut meminta bayaran hingga 2,5 ribu dolar AS (sekitar Rp38 juta) per malam.

Minggu ini, WEF terselenggara di kota itu dalam pertemuan lima hari yang dihadiri para CEO, pejabat tinggi, kepala industri, dan tokoh media untuk membahas isu-isu global. Seorang PSK bernama Liana (bukan nama sebenarnya) mengatakan bahwa ia sering melayani tamu Amerika di Davos.

Mereka akan membayar 750 dolar AS (sekitar Rp 11,3 juta) per jam atau 2,5 ribu dolar AS untuk sepanjang malam. Ia menambahkan bahwa ia mengenakan pakaian bisnis untuk berbaur dengan kerumunan di pertemuan Forum Ekonomi Dunia.

Baca Juga: Kendari Undercover: Maraknya Bisnis Prostitusi di Sekitar Kawasan Pertambangan

Seorang PSK asal Jerman menulis di akun Twitternya tentang bagaimana gambaran saat ia berbaur dengan orang-orang penting di sana beserta para penjaganya.

"Berkencan di Swiss selama #WEF berarti melihat moncong senjata penjaga keamanan di koridor hotel pada pukul 2 pagi, dan berbagi cokelat hadiah dari restoran dengan mereka dan bergosip tentang orang kaya… #Davos #WEF," kata PSK yang dikenal sebagai Salome Balthus tersebut.

Balthus yang mengaku tinggal di sebuah hotel dekat Davos, menolak membocorkan nama kliennya yang punya kekuatan besar. Namun ia menegaskan bahwa politisi tidak mungkin meminta jasa PSK. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga