Bocah Perempuan di Konawe Selatan Tewas Tenggelam di Embung, Teman Selamat Usai Ditolong Warga saat Hendak Olahraga
Muhammad Israjab, telisik indonesia
Senin, 20 April 2026
0 dilihat
Bocah 5 tahun meninggal usai tenggelam di embung Desa Pudahoa, Kecamatan Mowila, Konawe Selatan, Sabtu (18/4/2026), sekitar pukul 16.10 Wita. Foto: Ist.
" Seorang bocah berusia lima tahun di Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan sudah tak bernyawa "

KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Seorang bocah berusia lima tahun di Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan sudah tak bernyawa.
Anak perempuan tersebut diketahui bernama Andi Mardianti alias Deva, diduga meninggal dunia karena tenggelam.
Deva ditemukan sudah tak bernyawa di dasar embung dekat Pesantren Gontor 6, Desa Pudahoa, Kecamatan Mowila, Konsel, pada Sabtu (18/4/2026), sekitar 16.10 Wita.
Menurut Kapolsek Mowila, Ipda Sukardi, kejadian ini pertama kali diketahui seorang saksi bernama Arwan (18).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat UMK Academy 2026
Bermula saat saksi sedang berolahraga di sekitar lokasi kejadian. Kemudian mendengar teriakkan minta tolong dari arah embung.
"Saat mendatangi sumber suara, ia melihat seorang anak (Titi) tengah berjuang di permukaan air. Saksi segera melompat untuk menyelamatkannya," ujar Ipda Sukardi saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026) siang.
Sementara, kejadian ini bermula ketika korban bersama rekannya, Titi, sedang berada di sekitar area embung. Diduga salah satunya terjatuh, hingga berusaha menolong.
Ketika Titi berhasil diselamatkan oleh saksi Arwan, ia menyebut kalau korban Deva, masih berada di dalam air.
Lalu sakai Arwan kembali berenang ke embung untuk menyelam mencari korban Deva.
Warga di sekitar lokasi bernama Rehan (40) datang membantu proses pencarian. Naas saat ditemukan korban sudah tak bernyawa, usai tak bisa berenang hingga akhirnya tenggelam.
"Ditemukan di dasar embung kondisi tak bernyawa. Langsung dievakuasi ke puskesmas Mowila, untuk mendapatkan pertolongan," ujar Sukardi.
Namun, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan pemeriksaan luar dari tim medis Puskesmas Mowila sekitar pukul 17.00 WITA, yang dipimpin dr. Zulham Frisandy Dwi Saputra, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga: Tak Mampu Bersaing dengan Pasar Pemkab Muna, PT Putra Labora Mandiri Usul Ubah HGB
"Dugaan kuat penyebab murni akibat tenggelam," kata Sukardi.
Polisi sempat menyarankan pihak keluarga korban agar dilakukan otopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Namun ditolak, sehingga keluarga korban memilih untuk segera memakamkan jenazah.
"Keluarga sudah ikhlas kejadian ini, telah menandatangani berita acara penolakan otopsi," jelasnya. (C)
Penulis: Muhammad Israjab
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS