Bolehkah Berpuasa di Hari Tasyrik? Ini Penjelasan Para Ulama
Merdiyanto , telisik indonesia
Jumat, 29 Mei 2026
0 dilihat
Mayoritas ulama sepakat bahwa berpuasa di hari Tasyrik haram hukumnya baik puasa sunah atau wajib. Foto: Repro iStock
" Setelah merayakan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah, umat Islam memasuki tiga hari istimewa yang dikenal sebagai hari Tasyrik "

JAKARTA, TELISIK.ID - Setelah merayakan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah, umat Islam memasuki tiga hari istimewa yang dikenal sebagai hari Tasyrik.
Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Idul Adha (Hari Nahar). Nama "Tasyrik" berasal dari tradisi menjemur daging kurban di bawah terik matahari agar awet.
Pada hari-hari ini, jemaah haji di Mina melaksanakan ritual melempar jumrah, berdzikir, dan menikmati daging kurban.
Melansir NU Online, Jumat (29/5/2026), Rasulullah SAW menegaskan bahwa hari Tasyrik ini adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan dan minum serta zikrullah.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Puasa Arafah: Amalan Sunnah yang Menghapus Dosa Dua Tahun, Ini Jadwal dan Niatnya
Dalam hadits lain, Nabi SAW melarang puasa secara tegas pada hari-hari tersebut.
Hukum Puasa di Hari Tasyrik
Mayoritas ulama termasuk mazhab Syafi'i qaul jadid, Hambali, dan lainnya mengharamkan puasa pada hari Tasyrik, baik puasa sunnah maupun puasa wajib/qadha. Puasa tersebut dianggap tidak sah.
Larangan ini setara dengan larangan puasa pada dua hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Namun, bagi jemaah haji yang menjalankan haji tamattu' atau qiran dan tidak mampu menyembelih hewan kurban, diperbolehkan berpuasa tiga hari selama haji.
Ini berdasarkan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 196 dan hadits terkait. Namun, bagi yang bukan jemaah haji atau yang mampu berkurban, tetap dilarang, dilansir dari suara.com, jaringan telisik.id, Jumat (29/5/2026).
Imam Nawawi rahimahullah menegaskan bahwa hadits tentang hari makan dan minum menjadi dalil kuat larangan puasa secara mutlak.
Hikmah Larangan Puasa
Hari Tasyrik dirancang sebagai waktu bersyukur atas nikmat kurban dan haji. Umat Islam dianjurkan menikmati hidangan daging kurban, memperbanyak takbir, tahmid, tasbih, dan dzikir setelah shalat.
Baca Juga: Bolehkah Berkurban dengan Kredit atau Utang, Begini Penjelasannya
Larangan puasa mendorong umat untuk merayakan kebaikan Allah dengan makan, minum, dan ingat kepada-Nya, bukan menahan diri dari makanan.
Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik
Meski dilarang puasa, ada banyak amalan utama:
- Memperbanyak takbir setelah shalat fardhu hingga akhir hari Tasyrik.
- Menyembelih kurban dan membagikan dagingnya.
- Makan dan minum sebagai bentuk syukur.
- Berdzikir dan bertakbir secara umum.
- Melanjutkan kekhusyukan ibadah pasca Idul Adha.
Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan hari-hari mulia ini dengan kebaikan, bukan dengan berpuasa yang dilarang syariat. Wallahu a'lam. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS