adplus-dvertising

Dahsyatnya Keutamaan Bersholawat di Hari Jumat

Irawati, telisik indonesia
Jumat, 20 Agustus 2021
13953 dilihat
Dahsyatnya Keutamaan Bersholawat di Hari Jumat
Bersholawat kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memiliki banyak keutamaan. Terutama di hari Jumat. Foto: Repro okezone.com

" Salah satu amalan sunnah yang baik dilakukan pada hari Jumat adalah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. "

KENDARI, TELISIK.ID - Hari Jumat adalah pemimpin semua hari dalam Islam. Ia memiliki kedudukan sangat istimewa atau yang sangat tinggi. Sayang jika tidak dimanfaatkan sebaik mungkin atau dilewatkan dan disia-siakan begitu saja oleh seorang muslim.

Hari Jumat merupakan hari yang terbaik bagi umat Islam. Banyak keistimewaan yang berada di dalamnya dan tak banyak muslim mengetahuinya.

Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad dari Sa’ad bin ‘Ubadah dalam sebuah hadis meriwayatkan:


“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari raya Fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya. Selama tidak meminta dosa atau memutus silaturrahim. Hari kiamat, juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat.”

Dilansir dari suarabayumas.com, salah satu amalan sunnah yang baik dilakukan pada hari Jumat adalah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman dalam Qur'an Surat Al-Ahzab: Ayat 56.

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penuh penghormatan kepadanya."

Baca juga: Macam dan Pentingnya Malu dalam Pandangan Islam

Keutamaan bersholawat di hari Jumat antara lain:

1. Allah dan Malaikat-Nya mencintai ahli sholawat

Bersholawat merupakan cara untuk mengingat Rasul. Hal itu menunjukkan rasa cinta kita pada Nabi Muhammad SAW. Bila kita cinta pada Rasul, Allah dan malaikat-Nya akan mencintai kita.

2. Allah SWT membalas sholawat sepuluh kali

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim no. 408).

3. Mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Barangsiapa bersholawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat nanti.” (Hadits ini terdapat dalam Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabiy no. 50, Isma’il bin Ishaq Al Jahdiy. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani).

4. Masuk surga

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa bersholawat kepadaku 1.000 kali. Maka takkan meninggal dunia sehingga diberikan kabar gembira masuk surga.”

5. Allah SWT menghapus dosa ahli sholawat

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa bersholawat kepadaku di setiap hari Jumat sebanyak 40 kali maka Allah menghapus semua dosa-dosanya.”

6. Allah SWT mengabulkan hajat ahli sholawat

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa bersholawat seratus kali dalam sehari, maka Allah menunaikan seratus hajatnya. Tujuh puluh untuk hajat akheratnya dan tiga puluh untuk hajat dunianya.”

7. Berada paling dekat dengan Rasul saat hari kiamat

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Perbanyaklah sholawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena sholawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bersholawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi)

Baca juga: Surat An Nahl, Belajar dari Lebah dan Kesesuaian Al-Qur'an dengan Madu

Dilansir dari Detik.com, berikut keajaiban sholawat di hari Jumat:

1. Disaksikan Nabi Muhammad SAW

Sholawat yang dibaca pada hari Jumat akan disaksikan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW. Dikutip dari buku 'Rahasia & Keutamaan Hari Jumat' karya Komarudin Ibnu Mikam, Rasulullah SAW pernah bersabda,

"Sesungguhnya harimu yang paling utama ialah hari Jumat, maka perbanyaklah showalat kepadaku di hari itu, karena ucapan sholawatmu akan dihadapkan (sampai) kepadaku!"

2. Dibalas oleh Allah SWT

Dalam hadis riwayat Ahmad dari Abu Thalhah Anshari, Nabi Muhammad pernah suatu hari berseri-seri wajahnya. Para sahabat pun bertanya mengapa wajahnya memperlihatkan kegembiraan, Nabi pun bersabda.

"Memang, malam tadi ada yang datang kepadaku dari Tuhanku azza wa jalla, firman-Nya, 'Siapa saja di antara umatmu memberi satu sholawat kepadamu, Allah akan mencatatkan baginya sepuluh kebajikan dan menghapus darinya sepuluh kejahatan serta meninggikan derajatnya sepuluh tingkat dan menjawab sholawatnya itu."

3. Dekat dengan Rasulullah di Hari Kiamat

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, dari Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Orang yang paling dekat denganku nanti pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca sholawat untukku."

4. Dikabulkan Doa

Dalam kitab Lubabul Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tiadalah sebuah doa, kecuali antara doa dan langit terdapat sebuah hijab (penghalang) hingga ia bersholawat kepadaku. Jika bershowalat kepadaku, terkoyaklah hijab tersebut dan terangkat doanya."

5. Orang yang Tidak Bersholawat Termasuk Golongan Hina dan Kikir

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad bersabda, "Sungguh hina orang yang mendengar namaku disebut, kemudian ia tidak membacakan sholawat untukku."

Sementara itu, sholawat yang dibaca pada hari Jumat adalah "Allahumma shalli 'ala Muhammadin Nabiyyi wa-azwajihi ummahatil mukminina wa dzuriyatihi wa-ahlibaitihi kama shallaita 'ala aali ibrahima innaka hamidun majiid."

Artinya: Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad yang menjadi Nabi itu dan kepada istri-istrinya, ibu kaum mukminin. Begitupun kepada anak cucu dan kaum keluarganya, sebagaimana telah Engkau berikan kepada keluarga Ibrahim, sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (C)

Reporter: Irawati

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga