adplus-dvertising

Dianjurkan Memungut Makanan yang Jatuh, Ini Hikmahnya

Haerani Hambali, telisik indonesia
Senin, 06 Juni 2022
458 dilihat
Dianjurkan Memungut Makanan yang Jatuh, Ini Hikmahnya
Bisa jadi makanan kita yang terjatuh jika dibiarkan begitu saja, berkahnya bisa dirampas oleh setan. Foto: Repro pikiranrakyat.com

" Rasulullah menganjurkan memungut makanan yang jatuh, jangan dibiarkan begitu saja "

KENDARI, TELISIK.ID- Banyak pelajaran dan adab makan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Salah satunya adalah tidak membuang makanan yang jatuh.

Terkadang makanan yang sedang kita nikmati jatuh ke lantai. Rasulullah menganjurkan memungut makanan yang jatuh, jangan dibiarkan begitu saja.

Mengutip akurat.co, dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda: Dari Anas r.a, Apabila makanan salah seorang dari kalian terjatuh, maka ambil dan bersihkanlah kotoran yang terdapat padanya dan kemudian makanlah, dan jangan biarkan untuk setan. Dan janganlah kalian bersihkan tangan kalian dengan kain pengelap sehingga terlebih dahulu ia dijilat. Karena sesungguhnya kalian tidak tahu di bagian manakah makanan tersebut mengandung berkah. (HR. Muslim, Abu Dawud, At-Turmudzi, dan Ahmad).


Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga mengatakan, jika ragu untuk mengambil makanan yang jatuh (karena kotor atau lainnya) sebaiknya boleh tidak diambil lagi. Tapi jika hanya sebagian makanan yang terkena kotoran, cukup buang bagian yang kotor lalu santap lagi bagian makanan yang masih bersih.

Dari Jabir r.a bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila sesorang di antara kalian sedang makan, lalu terjatuh satu suapannya maka hendaklah ia menyingkirkan apa yang meragukannya kemudian hendaklah ia memakannya dan janganlah ia membiarkannya untuk setan. (HR. At-Turmudzi dan Ibnu Majah).

Berdasarkan dua hadis di atas, terdapat banyak hikmah yang bisa kita petik dari memungut makanan yang terjatuh, di antaranya:

1. Menghargai rezeki dari Allah

Makanan yang kita nikmati, banyak atau sedikit, lezat atau biasa, harus disyukuri karena itu adalah anugerah dari Allah SWT. Kita mesti ingat bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang bahkan untuk makan saja susah.

Baca Juga: Inilah Sumber Fitnah dan Dosa Dalam Islam

2. Mencari berkah dari makanan

Makanan yang berkah adalah makanan yang memberikan manfaat bagi tubuh seperti kekuatan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, dari satu piring makanan misalnya, kita tidak tahu di suapan yang ke berapa berkah itu diberikan Allah SWT.

3. Tidak membiarkan makanan untuk setan

Bagaimana pun, setan adalah musuh kita yang nyata. Bisa jadi makanan kita yang terjatuh jika dibiarkan begitu saja, berkahnya bisa dirampas oleh setan.

4. Jangan biarkan makanan mubazir

Memubazirkan segala sesuatu, berlebih-lebihan, menyia-nyiakan adalah perbuatan yang disukai setan. Maka dari itu, agar kita selalu dijauhkan dari setan, maka sebaiknya kita tidak memubazirkan makanan.

5. Pelajaran tentang kebersihan

Dua hadis di awal menjelaskan bahwa apabila makanan kita terjatuh, cukup dibersihkan saja kotorannya yang menempel. Kecuali, kotoran yang menempel itu tidak bisa ditolerir misalnya saat makanan jatuh ke selokan yang sangat kotor.

Melansir akun Youtube GusMus Channel, ada tips dari Gus Mus supaya makanan yang dikonsumsi memiliki keberkahan.

Diriwayatkan dari sahabat Miqdam Ma'diyakrib r.a Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Takarlah makanan kalian, maka di dalam makanan itu ada berkah untuk kalian."

Dari sabda Nabi Muhamamd SAW tersebut dijelaskan bahwa menakar itu sangat penting. Menakar terbagi menjadi dua, yang pertama adalah kail dan yang kedua adalah wazan.

Baca Juga: 3 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

Wazan itu ditimbang, misalnya berapa kilo. Sedangkan kalau kail merupakan takaran, misalnya satu gelas atau satu cangkir.

Dalam hal ini bukan hanya menimbang berapa beratnya, berapa timbangannya ataupun berapa nilainya. Namun karena ada keberkahan di dalam takaran tersebut.

"Kalian kalau mau masak nasi itu jangan asal ngambil beras, tapi ditakar dulu. Berapa gelas untuk berapa orang. Dua gelas cukup misalnya, itu namanya menakar," tutur Gus Mus, seperti dikutip dari pikiranrakyat.com.

Takaran itu bukan hanya untuk memperkirakan makanan tersebut akan dimakan berapa orang, namun juga karena ada keberkahan di dalamnya dari Allah SWT. (C)

Penulis: Haerani Hambali

Baca Juga