Hanura Sultra Uji Kelayakan Calon Ketua DPC, Target Penguatan Struktur Hadapi Pemilu 2029
Erni Yanti, telisik indonesia
Kamis, 15 Januari 2026
0 dilihat
Proses wawancara uji kelayakan Calon Ketua DPC Partai Hanura Sulawesi Tenggara. Foto: Erni Yanti/Telisik
" Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulawesi Tenggara menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi para calon ketua dewan pimpinan cabang (DPC) se-Sulawesi Tenggara "

KENDARI, TELISIK.ID - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulawesi Tenggara menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi para calon ketua dewan pimpinan cabang (DPC) se-Sulawesi Tenggara.
Agenda ini menjadi momentum strategis bagi Partai Hanura untuk menyaring figur-figur pemimpin yang berkualitas di tingkat cabang, baik dari kader internal maupun tokoh eksternal yang baru bergabung.
Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Tenggara, Fajar Ishak, mengungkapkan bahwa pelaksanaan fit and proper test kali ini mendapat respons yang cukup tinggi dari para peserta.
Komposisi peserta tidak hanya didominasi oleh kader lama, tetapi juga diwarnai kehadiran tokoh-tokoh baru dari luar partai yang tertarik bergabung dengan Hanura.
“Peserta yang ikut fit and proper test ini terdiri dari kader internal sendiri, ada juga kader eksternal. Ada yang baru bergabung di Hanura karena ketertarikannya pada Hanura,” ujar Fajar Ishak di sela-sela kegiatan di Kendari, Kamis (15/1/2026).
Menurut Fajar, ketertarikan tokoh-tokoh eksternal terhadap Partai Hanura tidak lepas dari visi dan arah perjuangan partai yang fokus pada penguatan daerah.
Dengan mengusung tagline “Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera”, Hanura memosisikan diri sebagai wadah strategis bagi para tokoh yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah.
Baca Juga: Anggota DPR RI Jaelani Kembali Dipercaya Pimpin PKB Sultra, Dorong Kader Dekat dengan Masyarakat
“Jika teman-teman ingin menyatukan langkah untuk kita merebut bagaimana daerah itu berdaya, maka saya kira tempatnya adalah di Hanura,” tegasnya.
Terkait teknis pelaksanaan, Fajar menjelaskan bahwa fit and proper test dibagi ke dalam dua zona guna mengakomodasi 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
Pelaksanaan di Kendari difokuskan bagi DPC yang berada di wilayah daratan.
“Untuk di sini (Kendari) ada 12 dari 17 kabupaten/kota. Jadi di Kota Kendari kita lakukan fit calon ketua untuk 12 DPC,” jelasnya.
Sementara itu, untuk wilayah kepulauan, fit and proper test akan dilaksanakan terpisah di Kota Baubau.
“Di Kota Baubau nanti ada 5 DPC, khusus untuk wilayah kepulauan Buton,” pungkas Fajar.
Wakil Ketua OKK DPD Hanura Sulawesi Tenggara, Dahris Djudawie, menjelaskan bahwa pelaksanaan fit and proper test ini difokuskan untuk menilai kapabilitas, pengalaman, serta respons para calon Ketua DPC dalam menghadapi tahapan-tahapan politik ke depan.
“Hari ini DPD melakukan fit and proper test terhadap calon-calon Ketua Cabang, khususnya dari wilayah daratan. Kemudian pada tanggal 17 ke depan akan dilaksanakan untuk wilayah kepulauan,” jelas Dahris.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat organisasi partai melalui seleksi kepemimpinan yang terukur dan objektif.
“Tujuan utama fit and proper test ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kapabilitas dan respons dari teman-teman DPC dalam memasuki tahapan-tahapan politik ke depan. Ini juga berkaitan dengan penguatan organisasi,” katanya.
Dahris mengungkapkan bahwa hasil dari fit and proper test akan direkomendasikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura sebagai bahan pertimbangan penetapan Ketua DPC.
“Hasil dari fit and proper test hari ini akan kami rekomendasikan ke DPP berdasarkan format pertanyaan yang telah diberikan. Dari situlah nanti akan lahir rekomendasi pusat terhadap calon-calon ketua DPC,” ujarnya.
Terkait penilaian terhadap para calon, Dahris menyebut sebagian besar merupakan kader lama yang telah memiliki pengalaman panjang di partai.
“Rata-rata calon Ketua DPC ini adalah orang-orang lama di partai. Kami meminta pandangan mereka, pengalaman mereka dalam mengelola organisasi, lalu dibandingkan dengan target dan tantangan ke depan menuju pemilu lima tahun mendatang,” jelasnya.
Menurut Dahris, hampir seluruh calon telah memaparkan rencana kerja konkret dalam rangka menyukseskan agenda kemenangan Partai Hanura ke depan.
“Alhamdulillah, hampir sebagian besar calon sudah menyampaikan apa yang akan mereka lakukan untuk menyukseskan agenda kemenangan Hanura,” tambahnya.
Ia juga menyinggung dinamika sistem pemilu yang masih terus berkembang, sehingga partai perlu melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini.
“Belum ada finalisasi apakah pemilu ke depan masih menggunakan konsep yang sekarang atau mengalami perubahan. Karena itu, pertemuan hari ini juga menjadi langkah antisipasi dalam melihat peluang dan tantangan strategis yang akan dihadapi,” ujarnya.
Dahris menekankan pentingnya percepatan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
“Hampir semua calon berfokus pada proses suksesi kepemimpinan di tingkat cabang, rekrutmen pengurus, dan percepatan pembentukan struktur sampai ke kecamatan, desa, dan kelurahan. Ini penting untuk mengantisipasi verifikasi administrasi dan faktual ke depan,” pungkasnya.
Kemudian Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura se-Sulawesi Tenggara di Kendari, Adeni Muhan, memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua DPD Hanura Sultra atas inisiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, langkah ini merupakan upaya serius untuk menyaring dan menjaring pemimpin-pemimpin DPC yang berkualitas.
"Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Ketua DPD Sultra yang menyelenggarakan kegiatan fit and proper test ini. Di tempat-tempat lain, seperti di Sulsel maupun Sulbar, kegiatan ini biasanya diselenggarakan secara internal. Namun di sini dilakukan secara terbuka," ujar Adeni.
Mantan perwira tinggi kepolisian ini menegaskan bahwa DPC memegang peranan vital sebagai ujung tombak pergerakan partai di daerah.
Oleh karena itu, diperlukan figur-figur yang handal dan memiliki rekam jejak (track record) yang baik untuk memimpin.
"DPC ini sangat penting dalam rangka mengawaki dan sebagai lokomotif di daerah untuk kepentingan jangka panjang. Diperlukan orang-orang yang handal," tegasnya.
Baca Juga: HUT ke-61 Partai Golkar, Darwin: Titik Tolak Rebut Kemenangan di Sulawesi Tenggara
Adeni menjelaskan bahwa seleksi ketat ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur partai dalam menghadapi target politik ke depan, khususnya memenangkan Partai Hanura di Sulawesi Tenggara pada Pemilu 2029 mendatang.
Melalui uji kelayakan ini, pimpinan partai dapat melihat langkah-langkah konkret dan perencanaan matang dari para calon ketua.
"Kita bisa melihat bagaimana kinerja mereka nanti, bagaimana perencanaan mereka yang matang dalam rangka target kita memenangkan Hanura di Sulawesi Tenggara," imbuhnya.
Adeni menilai bahwa pola pendampingan dan seleksi yang dilakukan DPD Hanura Sultra merupakan sebuah terobosan kreatif.
Keterbukaan dan transparansi dalam proses pemilihan ketua ini dinilai selaras dengan harapan masyarakat saat ini.
"Ini terobosan yang kreatif. Keterbukaan dan transparansi seperti ini sangat diharapkan, sehingga nantinya Ketua DPC yang terpilih benar-benar siap dalam segala hal," pungkas Adeni.
Melalui fit and proper test ini, DPD Partai Hanura Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya untuk melakukan konsolidasi awal secara menyeluruh sebagai fondasi menghadapi tantangan Pemilu 2029. (A)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS