WAKATOBI, TELISIK.ID - Jurusan Pariwisata, kuliahnya ngapain aja sih? Yakin cuma jalan-jalan?

“Awalnya saya berpikir Jurusan Pariwisata itu enak dan gampang. Bisa jalan-jalan gratis. Tapi ternyata di balik itu ada proses yang lumayan sulit. Untuk saya pribadi yang mengambil jurusan usaha perjalanan wisata dan diharuskan untuk membuat paket wisata, saya harus memahami poin-poinnya dengan baik dulu dan disitu saya mengalami kesulitan karena pembuatan paket wisata itu ternyata ada perhitungan matematikanya juga,” ujar Yuni Nanda Sartika (21), mahasiswi Ambarrukmo Palace Tourism Academy (AMPTA) Yogyakarta.

“Jika kamu berpikir bahwa kuliah di Jurusan Pariwisata itu sangat santai alias gampang, gak juga lho. Karena kalau di kampus saya di STIPRAM Yogyakarta untuk mahasiswa S1 Pariwisata, pada semester 3 di samping kita kuliah reguler, kita juga harus buat jurnal tentang kasus pariwisata dalam negeri atau disebut Domestic Case Study (DCS) dimana mahasiswa harus melakukan studi kasus di seluruh Indonesia untuk menganalisis objek wisata di tempat tersebut," jelas Ervita Kurniasari (23), alumni STIPRAM Yogyakarta, Senin (5/7/2021).

Selanjutnya pada semester IV kita harus mulai ikut Foreign Case Study (FCS) yang mengharuskan mahasiswa ke luar negeri untuk membandingkan objek wisata di luar negeri dengan di Indonesia.

Setelah itu ada magang kerja, bisa ke Dinas Pariwisata, ke bandara, Imigrasi, hotel, tour and travel, dan industri pariwisata lain selama 3 bulan atau bisa diganti dengan job orientasi ke luar negeri selama 6 bulan.