Kerap Lihat Penampakan Hantu Belum Tentu Mistik, Begini Fakta Medisnya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 15 Januari 2026
0 dilihat
Pengalaman melihat penampakan hantu tidak selalu mistis, karena dunia medis memiliki penjelasan terkait gangguan persepsi otak. Foto: Repro Detik.
" Pengalaman melihat penampakan hantu kerap dikaitkan dengan hal mistis, padahal dalam dunia medis kondisi tersebut bisa dijelaskan melalui gangguan otak dan persepsi sensorik "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pengalaman melihat penampakan hantu kerap dikaitkan dengan hal mistis, padahal dalam dunia medis kondisi tersebut bisa dijelaskan melalui gangguan otak dan persepsi sensorik.
Kisah tentang penampakan hantu atau suara-suara yang tidak lazim masih sering ditemui di tengah masyarakat. Cerita tersebut biasanya muncul dalam percakapan sehari-hari, media sosial, hingga lingkungan keluarga.
Tidak sedikit orang yang langsung mengaitkannya dengan pengalaman mistis atau kejadian di luar nalar. Namun, perkembangan ilmu kedokteran menunjukkan bahwa fenomena tersebut tidak selalu berkaitan dengan hal gaib.
Dalam dunia medis, pengalaman melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada dapat dijelaskan melalui gangguan tertentu pada otak.
Gangguan ini memengaruhi cara otak memproses informasi sensorik, sehingga seseorang merasakan seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang nyata. Kondisi ini dikenal sebagai gangguan persepsi yang dapat muncul pada beberapa penyakit saraf maupun gangguan kesehatan jiwa.
Baca Juga: Dapat Perlakuan Tidak Adil, Gadis Cantik Ini Tetap Istikamah di Jalan Islam
Spesialis bedah saraf dr Dimas Rahman Setiawan, SpBS, menjelaskan bahwa fenomena tersebut memang memungkinkan terjadi secara medis.
Menurutnya, gangguan pada sistem saraf dapat memunculkan apa yang disebut sebagai aura, yakni sensasi atau pengalaman tertentu sebelum munculnya gejala utama penyakit. Aura ini bisa berupa gangguan penglihatan, pendengaran, atau perasaan tertentu yang terasa sangat nyata bagi penderitanya.
“Jadi dari segi ilmunya itu bisa dikategorikan sebagai sebuah aura. Kadang-kadang aura itu bisa merupakan penanda gejala kejang, atau memang rangsangan yang terlalu berlebihan,” ungkap dr Dimas, seperti dikutip dari Detik, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, aura sering ditemukan pada pasien dengan gangguan kejang, seperti epilepsi. Pada kondisi tersebut, aktivitas listrik otak menjadi tidak normal dan memicu sensasi yang tidak biasa. Pasien bisa melihat kilatan cahaya, bayangan menyerupai sosok tertentu, atau mendengar suara tanpa sumber yang jelas. Sensasi ini muncul singkat, tetapi cukup kuat hingga dianggap sebagai pengalaman mistis.
Selain gangguan kejang, dr Dimas juga mencontohkan kondisi serupa dapat terjadi pada penderita skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan kesehatan jiwa yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan emosi, dan mempersepsikan realitas. Halusinasi, baik visual maupun auditori, menjadi salah satu gejala yang sering muncul pada gangguan ini.
Baca Juga: Mistik: Cerita Horor Penjaga Makam Tak Percaya Gaib, Justru Diteror Sosok Perempuan Berkebaya saat Bermalam
Pada penderita skizofrenia, otak mengalami kesulitan membedakan antara rangsangan nyata dan rangsangan yang berasal dari pikirannya sendiri. Akibatnya, pengalaman melihat atau mendengar sesuatu terasa sangat nyata, meskipun tidak dapat dibuktikan secara fisik. Kondisi ini bukan disebabkan oleh hal mistis, melainkan gangguan pada fungsi otak dan keseimbangan zat kimia di dalamnya.
Pemahaman medis ini menunjukkan bahwa pengalaman melihat penampakan tidak selalu harus dimaknai secara supranatural. Pemeriksaan medis menjadi langkah penting apabila seseorang mengalami kejadian serupa secara berulang.
Dengan pendekatan ilmiah, fenomena yang selama ini dianggap mistis dapat dijelaskan secara rasional, tanpa mengabaikan kondisi kesehatan yang mungkin mendasarinya. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS