KENDARI, TELISIK.ID - Wanita berinisial AN (22) asal Kabupaten Konawe Selatan, yang kini berdomisili di Kota Kendari, mungkin bisa menjadi inspirasi.

Dia memutuskan menjadi mualaf di usianya yang masih belia, 7 tahun. Kejadian itu terjadi 15 tahun silam. Sebelumnya, AN beragama Kristen mengikuti agama ayahnya.

"Ibu sama bapak beda agama. Semua kakak ikut agama ibu (Islam) kecuali saya, karena bungsu, jadi ikut bapak," ucapnya.

AN mengaku bahwa dulu ketika dirinya masih memeluk non muslim, ia dengan kepolosannya selalu bertanya-tanya mengapa ketiga kakaknya harus beribadah setiap hari. Berbeda dengan dirinya yang hanya sekali dalam sepekan.

"Dulu saya bingung, kenapa kakak-kakakku sembahyangnya setiap hari. Sementara saya dan bapak, sembahyang hanya satu kali satu minggu," terang AN.