Miris, Belasan Desa di Sejumlah Kecamatan Kolaka Utara Kesulitan Air Bersih

Muh. Risal H, telisik indonesia
Kamis, 03 Agustus 2023
0 dilihat
Miris, Belasan Desa di Sejumlah Kecamatan Kolaka Utara Kesulitan Air Bersih
Salah satu instalasi pengolahan air PDAM Tirta Tanpanam Kolaka Utara. Foto: PDAM Kolaka Utara

" Belasan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara, hingga kini masih kesulitan pemenuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Belasan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara, hingga kini masih kesulitan pemenuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Di Kecamatan Batu Putih misalnya, hampir semua desa yang ada di sana kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Ketergantungan dengan pasokan air dari hulu tidak mampu menjangkau rumah-rumah warga akibat debit arus kecil dan bak penampungan yang ala kadarnya.

Tidak beroperasinya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tanpanam Kolaka Utara di wilayah tersebut, semakin memperparah kondisi ketersediaan air bersih untuk warga setempat.

Sulitnya akses air bersih di Kecamatan Batu Putih dibenarkan Lurah Batu Putih, Basrah. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 400 kepala keluarga (KK) di wilayahnya, ia terpaksa menggunakan pipa bantuan yang sudah berusia 20 tahun.

Baca Juga: Nama Penyidik Kejari Kolaka Utara Dicatut Minta Uang Penawar Kasus Dugaan Korupsi Bandara

Pipa yang digunakan sudah keropos-keropos, sehingga biaya pemeliharaan ketika terjadi kerusakan terpaksa dibebankan kepada masyarakat sebesar Rp 10.000 per kepala keluarag (KK). Itupun, hanya mampu menjangkau 60 persen warga kelurahan.

"Sisanya memanfaatkan air sumur dan air sungai. Ketersediaan air bersih khususnya di Kelurahan Batu Putih sangat susah. Kondisinya semakin parah karena tidak beroperasinya PDAM selama bertahun-tahun," terangnya, Kamis (3/7/2023).

Keberadaan air swadaya tidak serta-merta membuat warga dapat memenuhi kebutuhan air bersih, mereka masih harus menggunakan mesin dinamo air untuk menyedot air dari pipa induk masuk ke penampungan.

"Debit air kurang karena pipa induk yang digunakan sudah bocor-bocor sehingga air yang bersumber dari hulu sungai banyak yang terbuang," jelasnya.

Bagi warga Kelurahan Batu Putih, kesulitan air bersih semakin terasa ketika cuaca ekstrim yang memicu terjadinya banjir. Pipa yang sudah usur itu tersumbat rumput bahkan patah terseret arus banjir.

"Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat secepatnya memfasilitasi agar PDAM segera berfungsi dan ketersediaan air bersih bagi warga Kecamatan Batu Putih dapat terpenuhi secara merata," imbuhnya.

Selain Kelurahan Batu Putih, kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari juga dirasakan warga Desa Makuaseng, Kecamatan Batu Putih. Herman, Kepala Desa Makuaseng menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya harus rela mengangkut air dari sungai menggunakan jerigen.

"Ketersediaan air bersih di Makuaseng sangat sulit, warga mengambilnya di sungai menggunakan jeriken. Keberhasilannya pun tidak terjamin, sementara air PDAM sama sekali belum tersedia," bebernya.

Bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial, dapat membeli air gentong seharga Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per gentong. Ada juga menggunakan sumur bor.

"Kami sangat berharap PDAM di Kecamatan Batu Putih dapat segera difungsikan sehingga warga desa Makuaseng dan 10 desa lainnya dapat menikmati air bersih," harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Watunohu, Ida (35) yang bermukim di Kelurahan Batu Putih sejak tahun 2019 sampai 2020 merasakan sulitnya air bersih di wilayah itu.

"Pagi-pagi atau sore hari kita ke sungai naik motor angkut air menggunakan galong. Mencucinya juga di sungai karena hemat air. Kalau musim hujan, kita menampung air di bak luar rumah itu hanya untuk  keperluan mandi dan mencuci. Kalau masak pake air galon. Pokoknya air sulit sekali," kenangnya.

Baca Juga: Kolaborasi Eksekutif Legislatif Tetapkan 5 Raperda untuk Kemaslahatan Masyarakat Kolaka Utara

Terkait masalah tersebut, Ketua Fraksi PKB, DPRD Kolaka Utara, Muhammad Syair mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan hal itu ke pemerintah agar menjadi program prioritas yang mesti dipenuhi ke depan.

"Di Batu Putih memang hampir semua desa kesulitan air bersih. Sudah sering warga adukan ke kami dan kondisi ini telah berlangsung berahun-tahun. Tahun ini kami kembali sampaikan ke pemda agar diperhatikan, karena menyangkut pelayanan dasar," tukasnya.

Menurutnya, kesulitan air bersih tidak hanya melanda warga Kecamatan Batu Putih. Namun, juga warga di Desa Majapahit, Kecamatan Pakue Tengah. Warga Desa Watunohu, Lelehao dan Sapoiha, Kecamatan Watunohu serta beberapa desa di Kecamatan Ranteangin dan Wawo.

"Masih ada sekitar 10-15 persen dari total penduduk Kolaka Utara kekurangan air bersih. Sebarannya mayoritas di Kecamatan Batu Putih," pungkasnya. (A)

Penulis: Muh Risal H

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga