adplus-dvertising

Mitigasi Bencana, BPBD Kolut Gelar Pelatihan dan Sosialisasi Gema Destana di 8 Kecamatan

Muh. Risal H, telisik indonesia
Senin, 30 Agustus 2021
1226 dilihat
Mitigasi Bencana, BPBD Kolut Gelar Pelatihan dan Sosialisasi Gema Destana di 8 Kecamatan
Pemasangan jalur evakuasi banjir di Desa Tahibuah, Kecamatan Tiwu oleh BPBD Kolut. Foto: Muh. Risal/Telisik

" Kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini sejalan dengan arahan Presiden dalam Rakornas penanggulangan bencana tahun 2021 di Istana Negara. "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), gencar mengadakan pelatihan dan sosialisasi Gerakan Masyarakat Desa Tangguh Bencana (Gema Destana).

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang potensi bencana, meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman bencana, dan mengurangi risiko bencana atau mitigasi bagi masyarakat Kolut, khususnya di wilayah-wilayah rawan bencana.

Menurut Kepala BPBD Kolut, Dr. Syamsuriani, ST.,MM, kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini sejalan dengan arahan Presiden dalam Rakornas penanggulangan bencana tahun 2021 di Istana Negara.


Dimana Presiden menginginkan setiap daerah rawan bencana untuk melakukan simulasi bencana secara rutin.

 

Pemasangan jalur evakuasi banjir di Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua oleh BPBD Kolut. Foto: Muh. Risal/Telisik

 

Dasar kebijakannya yakni Undangan-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, Permenkes Nomor 949/Menkes/VIl/2004 Tentang Kejadian Luar Biasa, Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Perang serta Masyarakat dalam Menyelenggarakan Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana.

 

Pengecekan lokasi titik kumpul di desa Batu Ganda oleh tim BPBD Kolut. Foto: Muh. Risal/Telisik

 

Selain itu, tambah Syamsuriani, kegiatan tersebut juga berpedoman pada Peraturan Kepala BNPB No. 11 Tentang Peran Serta masyarakat dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana,  Permendes PDT dan Transmigrasi RI Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Utara Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Bencana Strategis Perangkat Daerah (RENSTRA -OPD ) Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2017-2022.

Selain berpedoman pada beberapa regulasi tersebut, posisi Kolut yang rawan bencana mendorong pihak BPBD Kolut gencar melakukan pelatihan dan sosialisasi Gema Destana, sehingga masyarakat memiliki pemahaman sejak dini terkait mitigasi bencana.

"Ada tujuh potensi bencana yang mengancam masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara. Potensi bencana tersebut meliputi bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gempa bumi, kebakaran, gelombang ekstrim/abrasi, dan wabah penyakit," katanya, Senin (30/8/2021).

Olehnya itu, tambah Syamsuriani, pelatihan dan sosialisasi Gema Destana di desa/kelurahan yang rawan bencana penting agar masyarakat memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, jika terkena bencana.

Baca juga: Tersebar Video Emak-emak Ngamuk Sambil Injak Mobil Dinas di Muna

"Saat ini sembilan desa di delapan kecamatan rawan bencana telah kami adakan pelatihan dan sosialisasi Gema Destana," tukasnya.

Desa tersebut yakni, Desa Pitulua dan Batu Ganda, Kecamatan Lasusua dengan jenis resiko bencana banjir, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim/abrasi, tanah longsor.

Kemudian Desa Simbula, Kecamatan Katoi, resiko bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem. Desa Kalu-kaluku resiko bencana banjir, gelombang ekstrim/abrasi.

Desa Tahibuah, Kecamatan Tiwu, resiko bencana banjir. Desa Sapoiha, Kecamatan Watunohu, Banjir, Cuaca Ekstrim Kebakaran. Desa Landolia, Kecamatan Rante Angin, banjir, gelombang ekstrim.

Desa Lambai, Kecamat Lambai, cuaca ekstrim, kebakaran. Desa Sipakainge, Kecamatan Pekue, banjir, cuaca ekstrim, dan Desa Mataiwoi, Kecamatan Ngapa, banjir, tanah longsor, kebakaran.

"Sementara sembilan desa tersebut semuanya beresiko terjangkit bencana non alam berupa wabah penyakit seperti COVID-19 yang terjadi saat ini," bebernya.

Ia juga mengungkapkan, pembentukan Gema Destana bertujuan untuk melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana dari bahaya dampak merugikan bencana, meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya kelompok rentan, dalam pengelolaan sumber daya dalam rangka mengurangi risiko bencana.

Meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya dan pemeliharaan kearifan lokal bagi pengurangan risiko bencana, meningkatkan kapasitas pemerintah dalam memberikan dukungan sumber daya dan teknis bagi pengurangan risiko bencana.

Baca juga: Mulai Pertama Dibuka, 20 Daerah di Jatim Gelar PTM Terbatas Bertahap

Meningkatkan kerjasama antara para pemangku kepentingan dalam PRB, pihak pemerintah daerah, sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, organisasi masyarakat, dan kelompok-kelompok lainnya yang peduli.

"Kegiatan ini berkelanjutan. Saat ini kita gelar di sembilan desa, nanti berikutnya kita akan gelar lagi di desa-desa lain," bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua, Masbahuddin, sangat mengapresiasi kegiatan yang telah diselenggarakan BPBD Kolut.

"Desa kami ini rawan bencana, khususnya bencana banjir seperti kejadian beberapa bulan lalu yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum, rumah, dan lahan perkebunan," jelas Kades Batu Ganda saat ditemui di sela-sela kegiatan, beberapa waktu lalu.

Senada dengan itu, Kepala Desa Simbula, Kecamatan Katoi, Masnur menuturkan, jika desanya termasuk kategori desa rawan bencana seperti kejadian beberapa tahun lalu bencana tanah longsor menghantam dusun III,  mengakibatkan sebagian besar wilayah tersebut hancur.

Di desa ini juga terdapat sungai dan laut yang juga berpotensi menimbulkan banjir dan abrasi.

"Kami sangat mendukung kegiatan Gema Destana. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada kami terkait langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Masyarakat juga tidak usah panik karena sudah ada tim-tim dan titik kumpul serta jalur evakuasi yang telah disiapkan oleh pemerintah melalui BPBD," pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan dan sosialisasi Gema Destana diselenggarakan selama dua hari dimulai sejak Rabu (18/8/2021) dan Kamis (19/18/2021).

Kegiatan tersebut digelar oleh BPBD Kolut di sembilan titik atau desa dengan membagi empat tim dan melibatkan semua personil, serta bergerak secara bersamaan. (A-Adv)

Reporter: Muh. Risal

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga