adplus-dvertising

Pasca BBM Bersubsidi Dihapus, Sewa Angkutan Umum di Kendari Tak Berubah

Aris Mantobua, telisik indonesia
Rabu, 22 Juni 2022
226 dilihat
Pasca BBM Bersubsidi Dihapus, Sewa Angkutan Umum di Kendari Tak Berubah
Pasca BBM bersubsidi dihapus, sewa penumpang untuk pete-pete dari kampus Universitas Halu Oleo sampai dengan Kota Lama, tidak mengalami perubahan yakni Rp 3 ribu untuk pelajar, Rp 5 ribu untuk umum. Foto: Aris Mantobua/Telisik

" Salah satu moda transportasi umum lokal Kota Kendari atau yang lebih dikenal dengan sebutan pete-pete, tidak mengalami kenaikan harga sewa pasca tidak adanya BBM bersubsidi "

KENDARI, TELISIK.ID - Salah satu moda transportasi umum lokal Kota Kendari atau yang lebih dikenal dengan sebutan pete-pete, tidak mengalami kenaikan harga sewa pasca tidak adanya BBM bersubsidi. Harga sewa penumpang pete-pete bervariasi mulai Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per penumpang.

Salah seorang supir pete-pete, Harianto Ardin mengatakan pasca tidak adanya BBM bersubsidi harga sewa untuk pete-pete tetap seperti biasa. Untuk pelajar Rp 3 ribu dan umum Rp 5 ribu.

"Itu jaraknya dari kampus baru Universitas Halu Oleo sampai di Kota Lama, Kecamatan Kendari, Kota Kendari," katanya Rabu, (22/6/2022).


Harianto mengaku, meski bahan bakar yang ia gunakan bukan BBM bersubsidi lagi, tetapi ia enggan menaikan sewa untuk para penumpangnya.

"Kita sekarang gunakan pertalite, meski kita harus rela mengantri panjang di SPBU. Terkait kenaikan harga untuk sewa sebenarnya tergantung kesepakatan dari teman-teman supir yang lain," terangnya.

Baca Juga: Kian Marak, DPRD Kota Kendari Bentuk Perda Pencegahan Narkotika

Supir lain, Muh Deltawijaya mengatakan, penggunaan BBM non subsidi membuat dirinya harus bekerja keras untuk bisa membeli bahan bakar. Biasanya dengan BBM bersubsidi ia cukup membeli Rp 100 ribu untuk digunakan satu hari, sedangkan sekarang harus membeli bahan bakar hingga Rp 150 ribu.

"Sebenarnya dengan penggunaan bakar yang tidak bersubsidi ini, sewa penumpang harusnya bisa naik. Tetapi kalau kita kasih naik, pasti penumpang akan berkurang," ungkapnya.

Baca Juga: Wakili Sulawesi Tenggara di Ajang Putri Citra Tingkat Nasional, Cindy Afrilia Pratiwi Minta Doa dan Dukungan

Salah seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo, La Ode Syahril mengatakan ia lebih memilih menggunakan pete-pete ketimbang transportasi online.

"Kalau kita sewa transportasi online, lebih mahal jika dibandingkan dengan pete-pete. Walau dari Kemaraya menuju kampus baru membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi sewanya Rp 3000 ribu, bisa dijangkau mahasiswa seperti saya," tutupnya. (A)

Penulis: Aris Mantobua

Editor: Musdar

Baca Juga