adplus-dvertising

Pengacara Bupati Mengamuk Bawa Parang, Mengancam dan Maki-Maki Warga

Thamrin Dalby, telisik indonesia
Sabtu, 09 April 2022
2721 dilihat
Pengacara Bupati Mengamuk Bawa Parang, Mengancam dan Maki-Maki Warga
Suasana di TKP, puluhan warga yang mencari pelaku, namun dihalau oleh aparat kepolisian. Foto: Thamrin Dalby/Telisik

" Seorang pengacara terkenal yang dididuga pengacara salah satu bupati di Provinsi Sulawesi Tenggara, mengamuk dan mendatangi warga sambil membawa sebilah parang "

KENDARI, TELISIK.ID - Seorang pengacara terkenal yang dididuga pengacara salah satu bupati di Provinsi Sulawesi Tenggara, mengamuk dan mendatangi warga sambil membawa sebilah parang.

Aksi brutal tersebut terjadi pada Sabtu  (9/4/2022) dini hari pukul 01:25, di Jalan  Bunga Kana, Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Salah satu warga, Sarinah, yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Bombana, merasa terkejut mendengar suara orang berteriak sambil memegang sebilah  parang.


"Saya pengacara, mana premannya semua," teriak MW.

Mendengar teriakan itu, Sarinah pun keluar rumah dan menanyakan ada apa sama pelaku. Namun justru malah ia yang dimaki-maki oleh pengacara tersebut sambil mengacungkan parang.

Baca Juga: Penembakan Sekretariat Mahasiswa di Kendari oleh Sekelompok Orang

"Saya dengar suara orang berteriak sambil memaki-maki, dan saya tidak tahu apa masalahnya, jadi saya keluar tanyakan sama dia (pelaku) eh malah saya juga ikut dia maki sambil mengacungkan parang ke saya,  jadi saya menghindar, " ujar Sarinah.

Sarinah mengaku kenal dan tahu kalau pelaku MW adalah seorang pengacara terkenal dan kalau tidak salah dia juga pengacara salah satu bupati di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Warga lainnya, Aswar, juga didatangi oleh pelaku sambil mengacam menggunakan  parang.

Baca Juga: Diduga Berjudi, Oknum Pegawai Dinas PUPR Butur Ditangkap Polisi

"Saya sedang duduk-duduk di teras sambil menggendong anak saya. Tiba-tiba MW dia datangi saya, tapi saya suruh tenang dan menanyakan apa masalahnya dia mengamuk, dan saya tahu dia itu pengacara dan tahu hukum. Tapi justru saya juga diajak duel. Saya tidak terima, karena saya dimaki-maki terus dengan kata kasar. Jadi saya kasi masuk saya punya anak dan keluar untuk duel, tapi justru dia mundur," ungkap Aswar.

Aparat Polsekta Kemaraya yang menerima laporan dari warga, langsung mendatangi TKP dan mengamankan warga yang siap hendak mengejar pelaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak aparat mengarahkan agar warga yang merasa keberatan dan diancam hendak diparangi, untuk melaporkan kejadian tersebut  di Polsekta Kemaraya. (A)

Reporter: Thamrin Dalby

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga