adplus-dvertising

Penyandang Disabilitas Ini Sukses karena Tidak Ingin Diremehkan Orang

Affan Safani Adham, telisik indonesia
Minggu, 05 Juli 2020
974 dilihat
Penyandang Disabilitas Ini Sukses karena Tidak Ingin Diremehkan Orang
Triyono berusaha memaksimalkan potensinya untuk bersaing agar tidak diremehkan orang. Foto: Ist.

" Poin pentingnya kesetaraan bukan berarti sama. "

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Meski menyandang disabilitas, bukan berarti Triyono harus mengalami diskriminasi. "Karena setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing," kata Triyono.

Melalui PT Pelita Nusantara Transportasi, yang dikelola oleh kaum disabilitas, Triyono ingin turut serta meningkatkan pelayanan transportasi priority di bandara internasional sebagai gerbang dunia.

Hal itu juga untuk meningkatkan akses wisatawan yang memerlukan layanan premium. Selain itu, juga bertujuan untuk memberdayakan para penyandang disabilitas agar menjadi mandiri.


Beberapa BUMN dan kementerian menjadi pelanggan tetap usaha yang dikelola Triyono bersama temannya sesama kaum disabilitas. Bahkan ketika ada tamu internasional seperti dari kerajaan Denmark, para penyandang disabilitas inilah yang melayani dengan prima.

Untuk memberikan kesataraan dan menghadirkan istilah memanusiakan manusia, Triyono merasa bangga karena Wagub DIY KGPAA Paku Alam X selalu memberikan dorongan dan dukungan bagi para penyandang disabilitas untuk maju dan mandiri.

Baca juga: Kepala BNPT Minta Pencerahan ke Muhammadiyah Soal Terorisme

Kepada kaum disabilitas ini, KGPAA Paku Alam X menekankan untuk selalu mengasah ketrampilan serta kemandirian. "Sehingga tidak mengundang belas kasihan," tandas Wakil Gubernur DIY, yang menambahkan belas kasihan hanya akan melukai harga diri penyandang disabilitas.

Triyono sepakat dengan yang disampaikan Wagub DIY, kaum disabilitas jangan menjual empati. "Berkebutuhan khusus, tapi pelayanan tidak kalah dan tetap prima," kata Triyono ke depannya akan lebih giat lagi dan melangkah maju.

Triyono akan ikut serta memberikan pelayanan transportasi premium di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Apalagi usaha yang dikelola bersama teman-temannya sesama disabilitas ini merupakan perusahaan yang bisa menyejahterakan masyarakat.

"Poin pentingnya kesetaraan bukan berarti sama," kelakarnya.

Menurutnya, tetap ada hal-hal yang menjadi keterbatasan dan hambatan. "Untuk itu, penyandang disabilitas harus bisa menyiasati sehingga mampu bersaing," ungkapnya.

Bagi Triyono, memanfaatkan kesempatan dengan baik adalah kuncinya. "Memang tidak mudah karena kita tidak menutup mata bahwa pelayanan ini berbeda, harus berpacu dengan waktu dan kualitas," terangnya.

Pasti ada hambatan tersendiri bagi kaum disabilitas, tapi tentunya hal itu bisa disiasati Triyono.

Ia pernah mengalami hal yang paling menyedihkan. "Saya selalu dikasihani," tandasnya. "Itu rasanya hidup hancur berantakan."

Berangkat dari hal itu, Triyono lantas berusaha memaksimalkan potensinya agar bisa ikut bersaing dan tidak bisa diremehkan orang.

Triyono mengaku sangat senang atas apresiasi dan dukungan Wagub DIY dalam rencana pengembangan diri kaum disabilitas. Wagub DIY dinilai Triyono memiliki respon yang sangat cepat untuk memfasilitasi kaum disabilitas yang membutuhkan support.

Dengan adanya dukungan tersebut, Triyono berharap mampu memberikan kontribusi pada pembangunan transportasi berkelanjutan di DIY.

Selain itu, juga mampu membangun sendi-sendi bisnis di DIY agar semakin kuat dan menyejahterakan rakyat.

Reporter: Affan Safani Adham

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga