Perjuangan Manusia Silver Lampu Merah yang Jadi Sasaran Satpol PP
Gusti Kahar, telisik indonesia
Jumat, 26 Juni 2026
0 dilihat
Sosok Arman, Si manusia silver yang mencari nafkah di pinggir jalan perempatan lampu merah Kota Kendari. Foto: Gusti Kahar/Telisik
" Manusia silver yang setiap hari mencari nafkah di lampu merah Pasar Baru "

KENDARI, TELISIK.ID - Tubuhnya dipenuhi cat berwarna perak dari kepala hingga kaki. Saat lampu lalu lintas di Simpang Pasar Baru Wuawua, Kota Kendari menyala merah, pria itu berjalan menghampiri satu per satu pengendara yang berhenti.
Pria yang akrab disapa Arman (29), nama yang disamarkan, merupakan salah satu manusia silver yang setiap hari mencari nafkah di lampu merah Pasar Baru. Profesi tersebut dijalaninya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kepada telisik.id, Arman bersedia membagikan ceritanya selama menjadi manusia silver di perempatan lampu merah.
Namun, ia tidak ingin memberitahu identitas lengkap dan tempat tinggal dari mana ia berasal. Kata dia, merupakan sesuatu yang memalukan jika hal tersebut diketahui oleh keluarganya.
Singkat Arman bercerita. Dengan tubuh yang dicat dari kepala hingga kaki, ia harus di tengah panas matahari dan asap kendaraan selama berjam-jam tanpa pelindung badan dan alas kaki.
Baca Juga: 10 Tahun jadi Pemulung, Ayu Bertahan Hidupi 6 Anak dengan Penghasilan Rp 20 Ribu Sehari
Sesekali ia menyapa pengendara, memberi hormat, lalu berharap ada uang yang diberikan.
"Alhamdulillah, ada yang kasih," ujarnya saat ditemui, Rabu (25/6/2026).
Arman mengaku, pekerjaan sebagai manusia silver bukanlah cita-citanya. Keterbatasan lapangan pekerjaan dan tuntutan ekonomi membuatnya memilih turun ke jalan.
Arman lanjut bercerita, setiap hari ia mulai beraktivitas sejak pagi hingga sore. Penghasilannya tidak menentu, tergantung belas kasihan para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Dalam sehari, uang yang diperolehnya terkadang cukup untuk makan dan kebutuhan dasar. Namun ia menolak memberitahukan nominal jumlah pendapatan sehari-harinya.
"Jangan mi saya sebut nominalnya. Cukup ji kalau hanya untuk makan," katanya sambil memperlihatkan pecahan uang Rp 2000 dan Rp 5000.
Menjadi manusia silver juga bukan tanpa risiko. Selain harus berhadapan dengan cuaca yang tidak menentu, ia mengaku kerap menghindari razia petugas.
Baca Juga: Kisah Suparno, Mencari Rezeki Ramadan di Tengah Padatnya Kota Kendari
Menurut Arman, dirinya pernah beberapa kali dikejar oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat sedang beraktivitas di lampu merah.
"Pernah juga kita dikejar sama Satpol PP. Untung cepat kita lari, kalau tidak cepat bisa diamankan," tuturnya sambil tertawa.
Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki banyak pilihan. Baginya, turun ke jalan menjadi cara tercepat untuk mendapatkan uang demi menyambung hidup. (A)
Penulis: Gusti Kahar
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS