adplus-dvertising

Mengidap Kanker Selama 2 Tahun, Pasien Ini Akhirnya Punya KIS

Andi Irna Fitriani, telisik indonesia
Kamis, 07 April 2022
593 dilihat
Mengidap Kanker Selama 2 Tahun, Pasien Ini Akhirnya Punya KIS
Pasien RSUD Kota Kendari, Nursah (50) telah mengidap penyakit kangker selama 2 tahun yang menyebabkan perutnya membesar. Foto: Andi Irna Fitriani/Telisik

" Pasien RSUD Kota Kendari, Nursah (50), telah mengidap penyakit kanker selama 2 tahun yang menyebabkan perutnya membesar, namun pasien tersebut terkendala biaya dan tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) "

KENDARI, TELISIK.ID - Pasien RSUD Kota Kendari, Nursah (50), telah mengidap penyakit kanker selama 2 tahun yang menyebabkan perutnya membesar, namun pasien tersebut terkendala biaya dan tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Nursah merupakan warga Kelurahan Anggilowu, Kecamatan Mandonga, yang kini tinggal bersama anaknya di Kelurahan Bungkutoko Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Anak Nursah, Tika mengatakan, sang Ibu sebelum akhirnya dirawat di RSUD Kota Kendari, hanya bisa melakukan pengobatan menggunakan obat-obatan herbal tradisional.


"Jadi dengan adanya KIS dari pemerintah ini sangat membantu sekali," katanya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir usai melakukan penyerahan bantuan KIS dan uang tunai mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Untuk KIS dan BPJS kita fasilitasi karena sekarang sudah ada kebijakan dan kelonggaran untuk kelompok masyarakat tertentu yang memenuhi syarat akan diberikan manfaat," ungkapnya.

Ia mengharapkan bantuan tersebut, dapat meringankan dan dapat digunakan untuk proses penyembuhan.

"Mudah-mudahan bisa meringankan dan tidak lagi membebani keluarga," katanya.

Baca Juga: Menjadi Tuna Aksara, Pemulung Ini Tidak Menyerah

Terlebih kata Sulkarnain, dalam kondisi pandemi saat ini, juga sangat berdampak pada ekonomi masyarakat.

Tempat sama, Kepala Sentra Meohai Kendari Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI), Budi Sucahyono mengatakan, pihaknya mengetahui kondisi pasien tersebut, karena sempat viral di YouTube, sehingga pihaknya menindaklanjuti bersama Dinas Sosial Kota Kendari.

"Jadi kami kerja sama, bukan jalan sendiri. Makannya kami disuruh turun oleh Bu Menteri, kemudian kami langsung turun ke Kelurahan Bungkutoko, karena dia tinggal bersama anaknya dan langsung kami rujuk ke RSUD Kota Kendari," jelasnya.

Lanjut dia menjelaskan, pasien tersebut mengalami kendala karena tidak memiliki kartu KIS dan BPJS.

Baca Juga: Warga Buang Sampah Sembarang, Pemulung: Padahal Tempat Sampah Sudah Ada

"Kartu BPJS nya itu dipakai sama orang lain, ada NIK tapi atas nama orang lain. Sehingga kami uruskan BPJS itu bersama Pak Kadis, dan Allhandulilah sudah keluar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Abdul Rauf mengatakan, kesalahan yang dilakukan pihak BPJS dimaklumi, karena menurutnya, adanya kesalahan dalam mengklik yang menyebabkan beberapa masalah.  

"Kami juga berupaya setiap saat kita validkan dengan pihak dinas capil karena semua bantuan ini berbasis aplikasi dan berbasis NIK. Jadi kalau NIK nya memang tidak terhubung memang agak repot karena harus kita urus ulang," tutupnya. (A)

Reporter: Andi Irna Fitriani

Editor: Kardin

Baca Juga