Pesona Desa Wisata Sani-Sani Kolaka, Nominator 100 Besar ADWI 2021

Nina Nurrahmah, telisik indonesia
Minggu, 22 Agustus 2021
0 dilihat
Pesona Desa Wisata Sani-Sani Kolaka, Nominator 100 Besar ADWI 2021
Puncak Indah Kapu Desa Wisata Sani-Sani, Kolaka. Foto: Ist.

" Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 merupakan penganugerahan desa wisata terbesar di Indonesia yang diikuti 1.835 desa dari 34 provinsi di Indonesia. "

KOLAKA, TELISIK.ID - Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 merupakan penganugerahan desa wisata terbesar di Indonesia yang diikuti 1.835 desa dari 34 provinsi di Indonesia.

Dari sisi seleksi yang ketat melalui beberapa tahapan kurasi, mulai dari seleksi 300 desa wisata, kemudian pada tahap dua, seleksi 100 desa wisata, dan tahap tiga yakni seleksi 50 desa wisata. Dan pada tahap akhir hingga 12 desa wisata peraih penghargaan yang akan diumumkan pada 7 Desember 2021 mendatang.

 

Suasana camping di desa wisata Sani-Sani. Foto: Ist.

 

Desa Wisata Sani-Sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, masuk 100 besar ADWI 2021.

Dengan tema “Indonesia Bangkit”, program penobatan ADWI 2021 ini menjadi salah satu cara untuk memulihkan perekonomian Indonesia, khususnya di sektor industri pariwisata. Dengan tujuan menjadikan desa wisata Indonesia sebagai destinasi wisata berkelas dunia dan berdaya saing.

“ADWI 2021 merupakan lomba kedua yang diikuti oleh desa wisata Sani-Sani setelah mendapat SK Bupati pada 2019 silam,” ujar Ketua Pokdarwis Pantai Indah Kapu Desa Sani-Sani, Ishak (35), Minggu (22/8/2021).

Baca juga: Wabula Jadi Nominasi Desa Wisata 2021, Wujud Konsistensi Pemda Buton

Baca juga: Mengenal Liya Togo, Satu-Satunya Desa Wisata di Wakatobi yang Masuk 100 Besar ADWI 2021

“Desa Sani-Sani memang memiliki keunggulan tersendiri dari desa-desa lain. Di sini terdapat wisata agro, wisata pantai, wisata pegunungan, dan juga wisata budaya,” lanjut Ishak.

“Untuk wisata agro, Desa Sani-Sani memiliki persawahan serta perkebunan cengkeh dan cokelat. Sementara untuk wisata budaya, Desa Sani-Sani memiliki seni tari yang datang dari berbagai suku seperti suku Bugis, Tolaki, Makassar, dan Bone,” tambah Lynda (23), Brand Ambassador dan General Marketing desa wisata Sani-Sani.

 

Aktivitas menanam padi di desa wisata Sani-Sani. Foto: Ist.

 

“Sejauh ini wisatawan yang berkunjung baru lingkup lokal saja. Setiap wisatawan yang berkunjung biasanya diajak untuk ikut melakukan kegiatan masyarakat sekitar seperti mengambil nener bibit ikan bandeng, kemudian ada petik cengkeh, menanam padi, menanam rumput laut, dan ikut kegiatan keseharian warga Desa Sani-Sani,” kata Marhaeni, pengelola desa wisata Sani-Sani.

“Desa wisata Sani-Sani ini pun memiliki brand yaitu MOMAHE FOR THE WORLD yang artinya MO=Move, MA=make, HE=Here. Jadi artinya kami bergerak, berbuat dari desa wisata Sani-Sani untuk dunia,” tambah Marhaeni.

“Saat ini kami sedang berupaya dengan sebaik mungkin supaya bisa masuk 50 besar,” ujar Ishak.

“Kerja keras dan sinergisitas jajaran Pemerintah Desa Sani-Sani dan Pokdarwis Pantai Indah Kapu sangat diperlukan untuk membawa desa wisata Sani-Sani masuk 50 besar dalam ajang ADWI 2021,” pungkasnya. (A)

Reporter: Nina Nurrahmah

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga