Prabowo Tetap Lanjutkan MBG di Tengah Efisiensi Parah, Pilih Cara Lain untuk Hemat
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 23 Maret 2026
0 dilihat
Prabowo saat melakukan open house di Istana Negara usai salat Idul Fitri 1447 hijriah. Foto: Instagram@prabowo
" Presiden Prabowo Subianto memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan meski pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran "

JAKARTA, TELISIK.ID - Situasi anggaran negara sedang mengalami tekanan akibat dinamika global, namun program prioritas tetap dipertahankan pemerintah pusat.
Presiden Prabowo Subianto memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan meski pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran. Kebijakan ini diambil di tengah dampak konflik Timur Tengah yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi global dan fiskal nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan pada Minggu, 22 Maret 2026. Dalam forum tersebut, Prabowo menjawab pertanyaan terkait keberlanjutan program MBG dengan mempertimbangkan analisis biaya dan manfaat di tengah tekanan anggaran negara.
Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak akan dihentikan. Pemerintah, menurutnya, akan mencari alternatif penghematan dari sektor lain tanpa mengorbankan program yang dinilai menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak 'umurmu berapa?' 11 tahun. Badannya anak 4 tahun," kata Prabowo, sebagaimana dikutip dari Detik, Senin (23/3/2026).
Ia juga menambahkan keyakinannya terhadap keberlanjutan program tersebut dalam jangka panjang. "Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat," lanjutnya.
Baca Juga: Bos BGN Efisiensi MBG Rp 268 Triliun jika Perang Iran Tak Surut, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Prabowo menekankan bahwa krisis global tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan program strategis. Ia menyebut masih banyak ruang efisiensi di sektor lain yang bisa dilakukan pemerintah.
"Jadi jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak," ucapnya.
Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan bahwa program serupa telah diterapkan di lebih dari 100 negara. Indonesia disebut sebagai negara ke-77 yang mulai menjalankan kebijakan tersebut sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Program MBG juga mendapat perhatian dari lembaga internasional seperti Rockefeller Institute dan World Food Programme. Berdasarkan kajian mereka, investasi pada program makan bergizi dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan dalam jangka pendek maupun panjang.
"Saya didatangi Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ngecek kita punya SPPG dan dia datang ke saya, dia mengatakan, 'This is the best investment, Mr. President you have made the best'. Do you know why? Karena satu dolar di spend di MBG the return is between 7 and 35, in the long run 35, in the short run 7 dolar, dan ini dari Rockef Institute ya. Ini juga world food program dari PBB," ujarnya.
Di sisi lain, Prabowo mengakui pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Pemerintah telah mengambil langkah penertiban terhadap pelanggaran, termasuk menutup lebih dari seribu titik layanan yang tidak memenuhi standar operasional.
"Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan," ujarnya.
Ia juga menyoroti aspek kebiasaan masyarakat yang masih perlu diperbaiki, terutama terkait pola konsumsi dan kebersihan dalam pelaksanaan program tersebut.
"Tapi yang yang sedih kalau dia bungkus untuk bawa pulang. Nah, tapi ini ini juga ya bagaimana kita harus yakinkan mereka cuci tangan kalau mau makan pakai tangan. Ini kita sudah bagi sendok-sendok plastik tapi ya. Tapi benar pelanggaran kita kejar," lanjutnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyinggung ketimpangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat. Ia menyebut program MBG menjadi salah satu intervensi yang ditujukan bagi kelompok yang belum merasakan manfaat pertumbuhan ekonomi secara merata.
Baca Juga: Viral Menu MBG Lele Mentah Ditolak Sekolah, BGN Klaim Komponen Gizinya Lengkap
"Jadi saya kira we are we are strong country ya. Kita saya tidak mau nina bobo, saya tidak mau kasih bagus-bagus. Kita siap untuk yang paling... tapi rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita. Sudah terlalu lama," ujarnya.
"The top 10-20% maybe menikmati. Tapi kebanyakan kita sangat susah hidupnya selama ini. Can you imagine begitu bahagianya mereka terima? Kalau anak orang kaya yang di yang di Menteng ya dia enggak perlu ini," imbuhnya.
Pemerintah menyatakan akan terus mengevaluasi pelaksanaan program MBG di berbagai daerah, sembari menjaga keseimbangan antara kebutuhan anggaran dan prioritas pembangunan nasional. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS