adplus-dvertising

Ransomware, Evolusi Pemerasan di Era Digital

Neldi Darmian L, telisik indonesia
Sabtu, 03 Juli 2021
941 dilihat
Ransomware, Evolusi Pemerasan di Era Digital
Neldi Darmian L, Mahasiswa Akuntansi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Foto: Ist.

" Evolusi adalah bagian mendasar yang menyebabkan perubahan pada tatanan kehidupan, pun juga pada dampak yang disertakannya. "

Oleh: Neldi Darmian L

Mahasiswa Akuntansi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

EVOLUSI adalah bagian mendasar yang menyebabkan perubahan pada tatanan kehidupan, pun juga pada dampak yang disertakannya. Perkembangan peradaban yang melahirkan berbagai item-item kemudahan dengan memanfaatkan media baru. Itu juga adalah bagian dari evolusi kemajuan.


Dalam hal kejahatan pun demikian. Kejahatan pemerasan yang kita pahami sebelumnya, dominan masih pada batasan aktivitas-aktivitas fisik. Dewasa ini, kejahatan telah juga berevolusi dengan kemajuan zaman. Kemudahan dan ketergantungan menjadi bagian mendasar, mengapa hal itu menjadi masalah baru.

Apakah aktivitas kita yang dominan telah beralih secara daring, dengan lajur teknologi dan informasi yang berkemajuan menjadi masalahnya? Dalih ini pun dapat menjadi alasan, karena tindak kejahatan dilatarbelakangi oleh potensi rentannya pelaku untuk memanfaatkan korban dan tingginya pangsa perolehan cuan, dalam asumsi perolehan keuntungan.

Perubahan dan perkembangan teknologi informasi dapat menjadi tesis dan menjadi pertanyaan penting, apakah kemajuan peradaban ini dapat seiring dan sejalan dengan bauran tameng-tameng penangguhnya.

Kita mungkin telah jauh berselancar pada kemajuan yang tanpa disadari membawa kita pada kemunduran. Bila pada kemajuan telah menjadi gerusan yang akan menjadi ancaman, bukankah kita membutuhkan tameng tangguh untuk menentangnya.

Kita belum selesai dengan virus COVID-19, yang dampaknya melumpuhkan berbagai sektor. Lumpuhnya bagian-bagian yang sebelumnya telah dirasa tangguh menentang laju efek kemajuan, namun ternyata nampak keropos  oleh bakteri, yang tak kasat mata.  

Baca juga: Kado Polri Terindah untuk Anak dan Ibu Indonesia di Hari Bhayangkara

Ransomware pun juga adalah buah dari perkembangan teknologi dan informasi. Mari kita bahas.  

Dikutip dari Badan Siber dan Sandi Negara (18/06/2021) Runsomware merupakan jenis malicious software, yang menuntut terbusan financial dari seorang korban dengan melakukan penahanan pada asset atau data yang bersifat pribadi.

Bahkan negara adikuasa sekelas Amerika serikat, menyebut virus ini sebagai aksi terorisme baru.  

Runsomware serupa kejahatan pemerasan yang pada umumnya kita ketahui, dalihnya memanfaatkan data dari korbannya untuk memperoleh keuntungan dengan mengancam akan mengunci data korban bila tidak melakukan tebusan dalam bentuk pembayaran uang.

Saya menyebutnya sebagai virus dengan otak kancil. Bagaimana tidak, virus ini menyerang dengan menginveksi file-file dan mengunci hingga korbannya tidak dapat lagi untuk mengakses file tersebut. Pada setiap folder terdapat pemberitahuan berupa catatan peringatan dan kualifikasi metode pembayaran tebusan yang disertakan oleh pelaku, dalam hal ini hacker ransomware.  

Beberapa negara internasional pun diberitakan telah terjamah oleh serangan virus jahat ini. CNBC Indonesia (04/06/2021) JBS Brazil yang merupakan pusat pengepakan daging terbesar di Brazil pun mengalami serangan Runsomware.  

Dengan serangan Runsomware data-data penting yang disentralkan oleh perusahaan dalam satu file enskripsi dapat terinveksi dan tidak dapat lagi diakses.

Baca juga: Presiden Tiga Periode, Mereka Pengkhianat Bangsa

Runsomware dapat menjadi ejakulasi baru dalam ragam kejahatan di era digital saat ini. Kegiatan-aktivitas kita yang dominan telah beralih secara cepat melalui item kemudahan dari kemajuan teknologi dan informasi menjadi formulasi yang perlu dibubuhkan tameng penangguhnya. 

Pada saat saya membuat tulisan ini pun, laptop saya sedang terserang virus runsomware. Data-data yang saya tabuhkan dalam satu file enskripsi secara cepat dan menyeluruh terinveksi hingga tidak dapat lagi untuk diakses atau dibuka.

Masalahnya, beberapa hari yang lalu saya mengunduh salah satu software secara illegal. Software yang sebenarnya dengan mudah dapat diperoleh secara legal namun domain software tersebut basisnya premium atau berbayar.

Bila dalam serial animasi SpongeBob. Tokoh Squidward pernah mengatakan bahwa seragam adalah tanda dan bukti penindasan. Sama halnya pada perkembangan peradaban yang melahirkan kemudahan instan, namun tak lupa juga mengalirkan tantangan yang berevolusi sebagai penindas baru.

Pandemi COVID-19 pun tidak jauh berbeda bila dibandingkan dengan virus runsomware. Bakteri COVID-19 menyerang langsung kepada manusia, sedang runsomware berusaha menyerang bagian terpenting dari kerja-kerja manusia.  

Sebagai solusi guna terhindar dari virus runsomware adalah dengan tidak mengakses website-website illegal untuk memperoleh software atau aplikasi-aplikasi premium dan/ gratis sekalipun, sedang bagian lainnya adalah dengan melihat-membaca secara teliti bagian-bagian penting yang ingin menyadurkan data pribadi anda.  

Hal ini dirasa penting karena virus runsomware hanya dapat masuk bila kita mengkonfirmasi persetujuan pada data pribadi yang telah kita isi sebelumnya, setelah itu dengan mudahnya virus ini bekerja menginfeksi enskripsi file kita secara menyeluruh.

Apakah kita nampak jauh berpijak pada kemajuan dan perubahan besar sedang bagian kecil ini nan terlupa, untuk kita pikirkan. Semoga perangkat kerja kita dapat terhindar dari virus jahat ini. (*)

Artikel Terkait
Baca Juga