Ribuan Warga di Washington Demo Minta Amerika Hentikan Bantuan ke Israel

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Minggu, 30 Mei 2021
0 dilihat
Ribuan Warga di Washington Demo Minta Amerika Hentikan Bantuan ke Israel
Salah satu aksi demonstrasi mendukung Palestina. Foto: Repro Reuters

" Kami berharap untuk mengirim pesan yang jelas kepada pemerintah Amerika Serikat bahwa hari-hari mendukung negara Israel tanpa dampak telah berakhir. "

WASHINGTON, TELISIK.ID - Lebih dari 1.000 massa Pro-Palestina menggelar demonstrasi di Washington, Amerika Serikat (AS). Aksi ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada Palestina dan menyerukan diakhirinya bantuan AS ke Israel.

Dilansir dari AFP, Minggu (30/5/2021), pertempuran sengit antara Israel dan Hamas menyebabkan jatuhnya banyak korban. Sejak 10 Mei 2021 lalu, serangan udara dan artileri Israel ke Gaza menewaskan 253 warga Palestina, termasuk 66 anak. Lebih dari 1.900 orang mengalami luka-luka akibat gempuran selama 11 hari tersebut.

Para demonstrasi memenuhi Lincoln Memorial pada Sabtu (29/5/2021). Mereka memegang bendera Palestina sambil menyuarakan pemerintah AS untuk menghentikan bentuk bantuan kepada Israel.

"Kami berharap untuk mengirim pesan yang jelas kepada pemerintah Amerika Serikat bahwa hari-hari mendukung negara Israel tanpa dampak telah berakhir," kata salah satu demonstran, Sharif Silmi (39).

"Kami akan melawan politisi mana pun yang terus mendanai senjata ke Israel. Kami akan menentang mereka, kami akan memberikan suara menentang mereka, kami akan mendanai lawan-lawan mereka, sampai kami mengeluarkan mereka dari jabatan," lanjutnya.

Baca juga: Kisah Tentara Israel Gilad Shalit yang Diculik Hamas, Bebas dengan Bayaran Mahal

Baca juga: Negara Muslim Desak PBB Selidiki Kejahatan pada Konflik Gaza

Dilansir dari detik.com, seorang warga Virginia yang merupakan keturunan Palestina, Lama Alahmad, turut hadir dalam demonstrasi. Ia menyebut opini publik AS berpihak pada perjuangan Palestina.

"Ada perubahan besar yang terjadi di AS sehubungan dengan perjuangan Palestina mencari tanah air yang berdaulat," kata Alahmad.

"Kami hanya ingin dunia menyadari bahwa kami adalah manusia. Kami bukan teroris," sambung ibu rumah tangga berusia 43 tahun yang pindah ke AS sekitar 20 tahun lalu.

Silmi menegaskan, sekarang ada oposisi di AS yang menyoroti bagaimana Israel memperlakukan Palestina, yang menurutnya sama dengan apartheid di Afrika Selatan.

"Orang-orang sekarang telah bangkit, dan kami melawan. Baik orang muda Yahudi, Muslim, kulit hitam, kulit putih, ada pergeseran generasi saat ini. Dan orang-orang dari lintas kelompok etnis, kelompok ras, semuanya bersatu demi perubahan dan pembebasan bagi rakyat Palestina," kata Silmi. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga