RSUD Kendari Produksi Sampah 50 APD Perhari, Bagaimana Penangananya?

Musdar, telisik indonesia
Selasa, 21 April 2020
0 dilihat
RSUD Kendari Produksi Sampah 50 APD Perhari, Bagaimana Penangananya?
Limbah bekas penanganan COVID-19. Foto: Repro Asumsi.co

" Kalau APD menempel kuman, maka kumannya akan mati kalau dibakar. "

KENDARI, TELISIK.ID - RSUD Kota Kendari setiap harinya menghasilkan 40-50 sampah Alat Pelindung Diri (APD) sisa pakai Tenaga Kesehatan usai menangani pasien COVID-19.

Penggunaan APD dipakai untuk menangani empat pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi di RSUD Kota Kendari. Jumlah tersebut relatif tergantung keluhan pasien sehingga perlu dilakukan tindakan penanganan.

APD untuk tenaga kesehatan terdiri dari cover all jumpsuit yang serupa baju astronaut, penutup kepala, kacamata pelindung, masker, sarung tangan, dan sepatu.

Direktur Utama RSUD Kota Kendari, dr. Sukirman, menerangkan APD digunakan sekali pakai sesuai petunjuk dan standar kesehatan dunia dari WHO. 

Baca juga: Disambut Tepuk Tangan, 24 Kru KM Lambelu Positif COVID-19 Dievakuasi

Setelah dipakai, APD itu berubah menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Lalu bagaimana penangannya? dr. Sukirman menjelaskan sampah APD dibawa ke penyimpanan limbah B3 kemudian dibakar.

"Kalau APD menempel kuman, maka kumannya akan mati kalau dibakar," ujarnya.

dr. Sukirman menjelaskan virus akan mati jika terkena suhu panas diatas 56°C (drajat celcius).

"Setelah dibakar selesai," tambahnya singkat.

dr. Sukirman menerangkan sampai dengan saat ini RSUD Kota Kendari sudah menggunakan kurang lebih 1.000 unit APD. APD tersebut berasal dari sumbangan para derwaman dan dari pembelian Pemerintah Kota Kendari.

"Saat ini stok APD kita masih cukup sekitar 1 bulan," pungkasnya.

 

Reporter: Musdar

Editor: Sumarlin

Artikel Terkait
Baca Juga