adplus-dvertising

Seorang Kakek Bujang Ditemukan Membusuk, Meninggal Sudah 4 Hari

Berto Davids, telisik indonesia
Jumat, 13 Mei 2022
307 dilihat
Seorang Kakek Bujang Ditemukan Membusuk, Meninggal Sudah 4 Hari
Jenazah Kakek bujang saat dievakuasi. Foto: Ist

" Korban selama ini tinggal seorang diri di rumahnya dan tidak menikah atau memiliki istri dan anak (bujangan) "

KUPANG, TELISIK.ID - Karel Kuli (74), seorang kakek bujangan asal RT 04/RW 02, Dusun II, Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ditemukan meninggal dengan kondisi membusuk di rumahnya selama 4 hari sebelum ditemukan, Jumat (13/5/2022).

Korban selama ini tinggal seorang diri di rumahnya dan tidak menikah atau memiliki istri dan anak (bujangan).

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto mengatakan, sebelumnya pada Jumat (6/5/2022) lalu, korban masih pergi ke rumah milik Kristofel Laibuis (60) di RT 04/RW 02, Dusun II dan rumah Yesaya Kuli (48) di RT 08/RW 04, Dusun IV, Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.


Saat itu korban minta makanan yang sudah dimasak serta beras. Namun setelah beberapa hari kemudian, korban tidak pernah kelihatan dan tidak keluar dari dalam rumahnya.

Keluarga khawatir karena selama ini korban mengidap penyakit sakit lambung.

Baca Juga: Gaji Tak Cukup, Kepala Lingkungan Ini Akhirnya Jual Sabu

Karena tidak melihat korban melakukan aktifitas di luar rumahnya, maka kerabat, Kristofel langsung berinisiatif untuk mengecek keberadaan korban.

Polisi melakukan identifikasi namun saat mendekat ke rumah korban, Kristofel menghirup bau tidak sedap dari dalam rumah.

Ia langsung memasuki rumah korban dan saat dilakukan pengecekan, ia mendapati korban sudah tidak bernyawa (meninggal dunia) di dalam kamarnya.

"Melihat kejadian tersebut, Kristofel langsung memberitahukan kepada Yesaya Kuli dan warga masyarakat setempat serta dilaporkan ke Polsek Kupang Barat," terang Kapolres.

Polisi dari Polsek Kupang Barat yang menerima laporan polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP dipimpin Kapolsek Kupang Barat, Ipda Hendra Karel Wadu.

Anggota unit identifikasi dan tim Inafis Polres Kupang melakukan identifikasi. Polisi pun menginterogasi para saksi yang mengetahui peristiwa ini.

Diperoleh informasi kalau korban selama ini hidup menyendiri dan tinggal sendirian di rumahnya serta tidak menikah.

Korban juga pernah merantau ke luar negeri di negara Malaysia. Saat pulang dari merantau, korban masih hidup menyendiri dan saat memasuki masa lansia, korban sering mengeluh sakit di bagian perut dan mengidap penyakit lambung.

"Diduga korban meninggal dunia karena sudah lansia serta mengidap penyakit lambung," tutup Kapolres.

Baca Juga: Sekelompok Pemotor Keroyok 1 Keluarga, 4 Pelaku Ditangkap dan 1 Buron

Sementara itu Kapolsek Kupang Barat, Ipda Hendra Karel Wadu menambahkan, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 3 atau 4 hari yang lalu, karena pada wajah dan sebagian tubuh korban sudah dikerumuni ulat dan belatung.

Pihak keluarga korban menerima kematian korban dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi.

"Karena kondisi tubuh korban sudah membusuk dan dipenuhi dengan ulat belatung sehingga tidak dilakukan visum luar dan hanya dilakukan identifikasi dari tim Inafis Polres Kupang," ujar Kapolsek.

Jasad korban langsung dibawa ke rumah milik Yesaya Kuli untuk dilakukan pemakaman. (B)

Reporter: Berto Davids

Editor: Kardin

Baca Juga