SMPN 8 Kolaka Utara Dilanda Banjir Setinggi Betis

Muh. Risal H, telisik indonesia
Selasa, 31 Maret 2026
0 dilihat
SMPN 8 Kolaka Utara Dilanda Banjir Setinggi Betis
Luapan air menggenangi area SMP Negeri 8 Kolaka Utara hingga setinggi betis orang dewasa. Foto : istimewa

" Aktivitas belajar di SMP Negeri 8 Kolaka Utara, Desa Lawadia, Kecamatan Tiwu, terganggu pada hari pertama masuk sekolah pasca libur Lebaran. Senin pagi (30/3/2026), kawasan sekolah tersebut dilanda banjir yang merendam hampir seluruh area "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Aktivitas belajar di SMP Negeri 8 Kolaka Utara, Desa Lawadia, Kecamatan Tiwu, terganggu pada hari pertama masuk sekolah pasca libur Lebaran. Senin pagi (30/3/2026), kawasan sekolah tersebut dilanda banjir yang merendam hampir seluruh area.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh meluapnya air dari saluran drainase di bagian belakang sekolah yang tidak mampu menampung debit air hujan sejak subuh. Air kemudian mengalir deras masuk ke lingkungan sekolah, yang menyerupai aliran sungai kecil.

Rekaman video berdurasi singkat yang beredar di media sosial memperlihatkan derasnya arus air yang menerobos dari samping ruang kelas IX C menuju halaman sekolah.

“Airnya seperti sungai kecil, masuk dari samping kelas. Kemungkinan drainase di belakang jebol,” ujar perekam video tersebut.

Baca Juga: Program Rumpon PT GKP Dorong Efisiensi Biaya dan Produktivitas Nelayan Pesisir Wawoni

Tak hanya menggenangi halaman, air juga masuk ke sejumlah fasilitas utama sekolah. Dalam video lainnya, terlihat genangan mencapai betis orang dewasa dan merendam ruang kelas, ruang guru, mess, hingga musala.

Meski demikian, ruang kepala sekolah dilaporkan aman karena memiliki posisi yang lebih tinggi.

“Baru kali ini sejak 2006 terjadi seperti ini. Hari pertama sekolah justru disambut banjir,” ungkapnya.

Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah bergerak cepat melakukan langkah darurat guna mengamankan perlengkapan dan dokumen penting dari kerusakan.

Pihak sekolah dan warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki sistem drainase agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama saat curah hujan tinggi.

Baca Juga: Deklarasi Routa Konawe Tekankan Wilayahnya Bukan Tanah Kosong tapi Milik Leluhur

Mereka juga meminta perhatian langsung dari Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, untuk meninjau kondisi sekolah.

Hingga saat ini, belum ada data resmi terkait kerugian yang ditimbulkan maupun kepastian jadwal kegiatan belajar mengajar dalam beberapa hari ke depan. Peristiwa ini menjadi alarm bagi pentingnya pembenahan infrastruktur dasar di lingkungan pendidikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kolaka Utara, Mukramin, menyebutkan bahwa genangan terjadi akibat kombinasi antara kapasitas drainase yang terbatas dan adanya hambatan di saluran pembuangan bagian hilir.

“Daya tampung drainase tidak mencukupi, ditambah ada penyumbatan di hilir. Ini masih kami dalami untuk memastikan penyebab utamanya,” jelasnya. (C)

Penulis : Muh. Risal H

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga