Oleh: Efriza, Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus dan Owner Penerbitan
Jika dicermati ketiga calon presiden (capres) ini punya kelemahan bawaan masing-masing. Jika salah satu dari ketiga pasangan capres ini terpilih, memungkinkan pemerintahan mudah bergoyang, opsi memperluas koalisi pasca terpilih maksudnya menambah jumlah partai-partai politik pendukung pemerintahan akan jadi pilihan utama jika pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud yang terpilih.
Ketiga pasangan ini jika salah satunya terpilih juga memungkinkan terjadinya persaingan yang kuat baik langsung maupun tidak langsung antara capres terpilih dengan calon wakil presiden (cawapres) terpilih.
Cawapres memiliki pengaruh yang cukup besar, bahkan pemerintahan ketiga pasangan ini harus diakui bahwa kekuatan besarnya berada di posisi cawapresnya.
Sehingga topangan kokoh dari cawapres menyebabkan seakan-akan cawapres terpilih nanti diprediksi bisa dianggap “cawapres rasa capres,” bahasa Sarkasnya, wakil presiden nanti sebagai “the real president.”
