adplus-dvertising

Desa Fiktif di Konawe Masih Jadi Teka-Teki Ombudsman

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Jumat, 20 Desember 2019
931 dilihat
Desa Fiktif di Konawe Masih Jadi Teka-Teki Ombudsman
Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra, Mastri Susilo. Foto: Fitrah Nugraha/Telisik

" Kami sudah melakukan investigasi dan sudah dua kali ke Konawe. Investigasi ini dilakukan bukan karena ada yang lapor, tapi lebih pada inisiasi Ombudsman saja. "

KENDARI, TELISIK.ID - Desa fiktif yang ada di Kabupaten Konawe menarik perhatian bangak pihak, bukan hanya Pemerintah dan KPK saja yang menelusurinya tetapi juga dari pihak Ombudsman Sultra.

Baca Juga: Puluhan CASN Kemenkumham Gugur Saat Tes Tinggi Badan

Kepala Perwakilan Ombusman Sultra, Mastri Susilo mengungkapkan, bahwa meski kasus desa fiktif ini tidak menjadi laporan yang diadukan di Ombudsman, tetapi pihaknya berinisiatif untuk terlibat dalam investigasi dugaan adanya desa fiktif di Konawe ini.


"Kami sudah melakukan investigasi dan sudah dua kali ke Konawe. Investigasi ini dilakukan bukan karena ada yang lapor, tapi lebih pada inisiasi Ombudsman saja," katanya, Kamis (19/12/2019).

Hanya saja, lanjut dia, untuk saat ini pihaknya masih dalam tahap pengumpulan data, sehingga laporan akhir belum bisa disampaikan.

"Hasilnya nanti akan kami laporkan, apakah itu ke Bupati atau kalau perlu langsung ke Kemendagri. Tapi saat ini kami masih menginvestigasi terkait pengumpulan data dari dugaan desa fiktif ini," lanjutnya.

Sementara itu, Asisten Perwakilan Ombudsman Sultra, Aan Andrian menerangkan bahwa, investigasi ini dilakukan bukan untuk fokus pada desas desus desa fiktif, tapi pihaknya hanya fokus pada pembentukan desanya yang diduga adanya maladministrasi.

Baca Juga: Arhawi Isyaratkan Calon Wakilnya Harus Bawa Partai

"Kami sudah mencoba mencari kegiatan desanya. Di desa Uepai misalnya, memang dulunya desa tapi sekarang kelurahan, tapi kami tidak sempat ketemu dengan pak lurahnya tapi kami lihat kantor lurahnya. Pada intinya kami hanya fokus maladministrasinya saja, sedangkan pelanggaran pidana itu masuk ranah pihak kepolisian," jelasnya.

Untuk diketahui, desa fiktif ini ada, diduga untuk mendapatkan anggaran. Desa tersebut diduga berada di dua kecamatan di Kabupaten Konawe, Sultra. Tiga desa yang diduga fiktif adalah Desa Uepai dan Desa Morehe di Kecamatan Uepai. Serta Desa Ulumeraka di Kecamatan Lambuya.

Reporter: Fitrah Nugraha
Editor: Sumarlin

Artikel Terkait
Baca Juga