JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah masih terkesan lamban dalam mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Penilaian tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

"Padahal saat ini, Indonesia memerlukan sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional," ujarnya.

Diungkapkan, berdasarkan data Kementerian ESDM untuk bauran energi primer EBT pada Semester I Tahun 2020 mencapai sebesar 10,77 persen dari target sebesar 13.4 persen. Sedangkan pada tahun 2025, target kontribusi EBT sebesar 23 persen dari total bauran energi nasional.

"Oleh karena itu, saya berharap pemerintah lebih serius memikirkan kebijakan, strategi dan program pengembangan EBT dan segera membahasnya bersama DPR RI,” ujarnya.