adplus-dvertising

Mengerikan, Model Asal Uighur Sebarkan Video Kehidupannya di Kamp Penahanan

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Selasa, 11 Agustus 2020
2845 dilihat
Mengerikan, Model Asal Uighur Sebarkan Video Kehidupannya di Kamp Penahanan
Merdan Ghappar, model asal Uighur, mengunggah video ketika ia berada di kamp penahanan Xinjiang. Foto: Repro Google.com

" Ekspresinya cemas, Ghappar memperlihatkan pakaiannya yang kotor serta pergelangan kakinya yang bengkak. "

XINJIANG, TELISIK.ID – Seorang model ternama di perusahaan retail Taobao, Merdan Ghappar (31), mengunggah sebuah video yang menunjukkan betapa mengerikannya siksaan yang diterima Muslim Uighur dalam sel penahanan Beijing.

Dalam video berdurasi satu menit tersebut memperlihatkan Ghappar yang tengah berada di sebuah ruangan sempit dan kotor, dimana tangannya yang sebelah kiri tampak terborgol dengan ranjang yang ia tempati.

Ekspresinya cemas, Ghappar memperlihatkan pakaiannya yang kotor serta pergelangan kakinya yang bengkak.


Dilansir BBC pada Sabtu (8/8/2020), keluarga Ghappar menjelaskan bahwa video tersebut ia kirimkan pada tahun ini dari dalam kamp penahanan China yang diperuntukkan bagi Muslim Uighur dan etnis minoritas lainnya.

Video itu merupakan video yang sangat langka, sebab dikirim oleh tahanan yang berada di dalam kamp.

Sambil memegang kamera dengan tangan kanannya, ia memperlihatkan pakaiannya yang kotor, pergelangan kakinya yang bengkak, dan satu set borgol mengekang pergelangan tangan kirinya ke rangka logam tempat tidur, satu-satunya perabot di ruangan itu.

Video Ghappar, bersama dengan sejumlah pesan teks yang diterima BBC, menunjukkan pemandangan dari orang pertama yang mengerikan dan sangat langka, tentang sistem detensi China yang sangat ketat dan rahasia. Video itu dikirim langsung oleh Ghappar dari kamp penahanan.

Video ini menambah bukti-bukti yang mendokumentasikan dampak dari kebijakan China melawan apa yang mereka sebut sebagai "tiga kekuatan jahat", yakni separatisme, terorisme, dan ekstremisme di wilayah Xinjiang, teritori yang berlokasi jauh di barat daya negara itu.

Baca juga: Pirlo Latih Juventus, Ronaldo Diklaim Hengkang ke PSG

Dilaporkan, lebih dari satu juta orang Uighur dan etnis minoritas lain dipaksa masuk ke dalam jaringan kamp yang sangat ketat di Xinjiang, yang dinyatakan China menjadi tempat pendidikan sukarela untuk pelatihan anti-ekstremisme.

Ribuan orang telah dipisahkan dari orangtua mereka dan baru baru ini, penelitian terkini menunjukkan, perempuan dipaksa untuk memakai alat kontrasepsi.

Selain dugaan penyiksaan dan pelecehan yang jelas, video Ghappar tampaknya memberikan bukti bahwa, meskipun China bersikukuh bahwa sebagian besar kamp re-edukasi ini telah ditutup, warga Uighur masih ditahan dalam jumlah yang signifikan dan ditahan tanpa tuduhan.

Video itu juga berisi detil baru tentang tekanan psikologis besar yang diberlakukan pada komunitas Uighur, termasuk dokumen yang ia potret yang menyerukan anak-anak berusia 13 tahun untuk "bertobat dan menyerah".

Xinjiang yang tengah mengalami lonjakan jumlah infeksi virus corona, Ghappar gambarkan dalam kondisi kotor dan penuh sesak, memicu sorotan terhadap risiko serius penularan yang ditimbulkan oleh penahanan massal semacam ini selama pandemi global.

BBC mengirim permintaan komentar kepada Kementerian Luar Negeri China dan pihak berwenang Xinjiang tetapi tidak ada yang menanggapi.

Keluarga Ghappar, yang belum mendengar kabar darinya sejak pesan yang ia kirim berhenti lima bulan lalu, menyadari bahwa video berdurasi empat menit dan tiga puluh delapan detik tentang dia di selnya dapat meningkatkan tekanan dan hukuman yang dihadapinya.

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga