Puluhan Masyarakat Duduki Jety PT FBS Aktivitas Lumpuh Total

Muh. Risal H, telisik indonesia
Senin, 30 Oktober 2023
0 dilihat
Puluhan Masyarakat Duduki Jety PT FBS Aktivitas Lumpuh Total
Puluhan warga menduduki Jety PT FBS, menuntut pembayaran royalti oleh pihak perusahaan. Foto: Ist.

" Puluhan masyarakat pemilik lahan dan mahasiswa menduduki serta menahan proses muat tongkang sandar di Jety milik perusahaan pertambangan PT Fatawa Bumi Sejahtera (PT FBS) "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Puluhan masyarakat pemilik lahan dan mahasiswa menduduki serta menahan proses muat tongkang sandar di Jety (tempat bongkar muat ore nikel) milik perusahaan pertambangan PT Fatawa Bumi Sejahtera (PT FBS) di Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara.

Akibatnya, aktivitas pemuatan ore nikel perusahaan tambang tersebut dari stock file Jety lumpuh total. Gabungan aliansi masyarakat Desa Pitulua, mahasiswa dan pemilik lahan, menduduki Jety PT FBS sejak Sabtu (28/10/2023) hingga hari ini.

Kanna, salah satu warga yang tergabung dalam aliansi ini menuturkan, blokade ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada manajemen PT FBS yang hingga saat ini belum membayar lahan warga tempat perusahaan tersebut mengeruk ore nikel.

Baca Juga: Ini Pesan Pj Bupati di Musyawarah APDESI Cabang Kolaka Utara ke-3

"Kami menunggu itikad baik pihak perusahaan untuk membayar lahan kami yang telah dikeruk pembuatan Jetynya," ujarnya, Senin (30/10/2023).

Menurutnya, nota kesepahaman (perjanjian) antara pihak perusahaan dan pemilik lahan telah dibicarakan jauh-jauh hari. Namun, saat ini belum terealisasi.

"Kesepakatannya PT FBS akan membayar royalty ke pemilik lahan setiap tongkang yang keluar. Namun, sudah 33 tongkang berlalu, janji tersebut belum ditunaikan," imbuhnya.

Hingga hari ini, puluhan masyarakat masih bertahan di lokasi Jety. Mereka ngotot tidak akan meninggalkan area pertambangan sebelum PT FBS menunaikan janjinya.

"Ini sudah tongkang ke-34, kami tahan dan sudah tiga hari tiga malam bermalam di depan tongkang. Tidak ada lagi negosiasi kecuali mereka mau membayar kami," tegasnya.

Kata Kanna, usaha mediasi telah dilakukan oleh Polres Kolaka Utara namun tidak membuahkan hasil sebab PT FBS yang diwakili KTT dan Humas PT FBS, tidak dapat mengambil keputusan.

Baca Juga: El Nino Tak Berdampak pada Produksi Padi Kolaka Utara

"Hasilnya akan mereka sampaikan ke pimpinan PT FBS terkait hasil pertemuan di Polres Kolaka Utara," tukasnya.

Sementara itu, Humas PT FBS, Misran meminta masyarakat membuka blokade dan membiarkan tongkang yang saat ini sandar, menyelesaikan muatan sambil menunggu hasil negosiasi dari pimpinan PT FBS.

"Kami ingin blokir dibuka, hanya masyarakat tidak mau lagi memberi ruang," kata dia. (B)

Penulis: Muh Risal H

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga