Viral Nasabah Ngamuk, BSI Enggan Komentar, OJK Jamin Uang Nasabah Tak Hilang

Adinda Septia Putri, telisik indonesia
Selasa, 16 Mei 2023
0 dilihat
Viral Nasabah Ngamuk, BSI Enggan Komentar, OJK Jamin Uang Nasabah Tak Hilang
Sebuah video yang menunjukkan nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) mengamuk karena gangguan sistem transaksi viral di media sosial. Foto: Tangkapan Layar Video

" Sistem transaksi layanan m-banking dan ATM Bank Syariah Indonesia (BSI) sempat terganggu beberapa waktu lalu, namun kini sudah normal kembali "

KENDARI, TELISIK.ID – Sistem transaksi layanan m-banking dan ATM Bank Syariah Indonesia (BSI) yang sempat terganggu beberapa waktu lalu membuat nasabah naik darah. Hal ini salah satunya terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh sebuah akun TikTok @irwansherman namun sempat dihapus, dan terlihat diunggah kembali di aplikasi video Helo oleh akun bernama Ramlan Hermadi.

Dalam video tersebut, terlihat seorang nasabah pria berkemeja merah dan berjaket hitam mengamuk kepada satpam yang berjaga karena layanan transaksi yang tak kunjung normal. Kejadian tersebut diketahui berasal Kantor Cabang BSI Kendari A Silondae 2.

“Saya punya uang di sini, saya butuh belanja, saya butuh makan,” katanya dengan nada tinggi.

Dari percakapan dalam video tersebut, sang nasabah diketahui mengamuk karena uang yang ada di rekeningnya tak bisa ditarik, ia berkeluh dirinya butuh uang untuk makan dan belanja sehari-hari.

Sampai saat ini video tersebut sudah di-like lebih dari 4 ribu orang, dikomentari lebih dari seribu orang, dan dibagikan ke 155 orang. Warganet pun ramai berkomentar negatif.

“Tanda2 negara segera hancur,” tulis akun Joeyindra dalam video itu.

Baca Juga: OJK Diminta Tolak Sosok Julian Helmi Lubis Jadi Direktur Bisnis dan Syariah di Bank Sumut

“Bank penipu itu,,,,tarik semua uang kalian jgn jd nasabah,” tulis komentar lain oleh akun Vevere Syuhada.

Sementara itu, Telisik.id berusaha meminta konfirmasi dengan mendatangi BSI kantor cabang Kendari A Silondae 2 di Jalan Abdullah Silondae, Mandonga. Saat dikunjungi, Kepala Cabang diketahui sedang tidak di tempat sehingga belum bisa mengonfirmasi mengenai kejadian tersebut maupun tentang layanannya yang sempat terkendala.

Awak media juga tidak diperkenankan mengambil gambar suasana pelayanan di kantor tersebut yang sudah normal kembali, bahkan sempat dicegah oleh satpam saat sedang mewawancarai salah seorang nasabah.

Sikap ini nampak tak sesuai dengan apa yang diimbau oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Arjaya Dwi Raya. BSI diimbau mengoptimalkan pemberian tanggapan atas pengaduan yang diterima dari nasabah dan masyarakat.

Imbauan lain yang diberikan pihak OJK menanggapi kejadian gangguan layanan transaksi tersebut, yaitu agar melakukan percepatan penyelesaian audit forensik yang saat ini sedang berjalan oleh BSI sendiri.

Ia mengaku, pihaknya, khususnya tim pengawas dan pemeriksa IT OJK terus melakukan komunikasi dan memonitor perkembangan sistem transaksi di BSI. Meski begitu, ia tak diberitahu apa penyebab pasti gangguan layanan mobile banking BSI beberapa waktu lalu.

Arya mengimbau masyarakat tidak khawatir kebobolan dengan adanya gangguan transaksi ini. Ia menjamin saldo rekening nasabah aman.

“Kami dari OJK siap menerima pengaduan. Jadi tidak usah resah. Uang Anda tidak hilang,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (16/5/2023).

Layanan transaksi di BSI diketahui sudah berjalan dengan normal, hal itu juga dikonfirmasi Arya dan beberapa nasabah BSI.

Salah seorang nasabah, Mansur, mengaku cukup lega layanan transaksi BSI sudah normal kembali. Meski begitu, untuk layanan transfer ke bank lain belum bisa dilakukan, hal ini untuk mengantisipasi keamanan saldo rekening.

Baca Juga: Mudahkan Masyarakat Bertransaksi, Bank Sultra Luncurkan Kartu Debit dan Mobile Banking

“Sudah, sudah normal kembali, sudah bisa narik, sudah bisa transfer,” ujarnya.

Dilansir dari Cnnindonesia.com, Bank Syariah Indonesia (BSI) diduga menjadi korban serangan ransomware Lockbit 3.0 yang menyebabkan gangguan layanan perbankan ATM maupun mobile banking (m-banking) selama beberapa hari sejak Senin (8/5/2023).

Dugaan itu diungkap pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto lewat cuitannya. Teguh juga melampirkan tangkapan layar pengumuman Lockbit 3.0.

"Setelah kemarin seluruh layanan @bankbsi_id offline selama beberapa hari dengan alasan maintenance, hari ini terkonfirmasi bahwa mereka menjadi korban ransomware," tulis Teguh dalam cuitannya, Sabtu (13/5/2023) pagi. (A)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga