adplus-dvertising

Cara Ampuh Atasi Ejakulasi Dini pada Pria

Musdar, telisik indonesia
Jumat, 24 September 2021
642 dilihat
Cara Ampuh Atasi Ejakulasi Dini pada Pria
Ilustrasi ejakulasi dini. Foto: Repro Suara.com

" Belly fat atau perut buncit ternyata sangat berpengaruh dengan tingkat keperkasaan pria "

JAKARTA, TELISIK.ID - Ejakulasi dini atau keluarnya sperma terlalu cepat menjadi mimpi buruk bagi seorang lelaki.

Masalah itu juga bisa membuat hubungan suami-istri menjadi terganggu, bahkan dapat membuat rumah tangga menjadi retak.

Dokter sekaligus pendakwah, dr. Zaidul Akbar, menjelaskan bahwa ejakulasi dini muncul salah satunya karena pria yang bersangkutan tidak percaya diri dengan kondisi fisiknya.


Oleh karena itu, dokter yang kerap disapa Ustaz itu menyarankan untuk meyakinkan diri bahwa hubungan intim antara suami dan istri merupakan sebuah sedekah.

Maka menurut dr Zaidul Akbar, niatkan untuk memberikan yang terbaik untuk yang disedekahkan.

"Misalkan suami mau memberikan yang terbaik untuk istri, artinya apa? Cumbui dia, gauli dengan baik. Kan sunnahnya gitu, jangan langsung ujug-ujug langsung mulai, jadi cumbui dulu," ujarnya dalam video yang diunggah di YouTube Bamol TV dikutip Telisik.id dari VIVA.

Zaidul mengungkapkan, belly fat atau perut buncit ternyata sangat berpengaruh dengan tingkat keperkasaan pria. Bahkan, pendakwah itu menyebutkan pengaruhnya begitu luar biasa dan memang sudah ada penelitiannya.

"Lemak badannya terlalu berlebihan, itu ngefek ke pembuluh darah. Makanya salah satu caranya turunkan berat badan kemudian mulai beralih ke makanan-makanan yang sehat. Jadi, pagi siang malam kan ketahuan makannya apa dan niatkan untuk memberikan yang terbaik untuk istri," kata dia.

"Contoh, misalkan saat mau 'keluar' tahan. Saat mau ejakulasi tahan. Itu bisa ditahan kalau perutnya kuat, kalau perutnya gak kuat, pinggangnya gak kuat, loose dia," sambungnya.

Menurut Zaidul, tingkat keperkasaan atau reproduksi pria diatur oleh pinggang dan panggul. Maka untuk memperkuat keduanya, Zaidul menyarankan untuk memperpanjang durasi ruku' dan sujud ketika salat. Kemudian, berlatih juga push up dan plank.

"Yang seringnya di rumah tangga itu ketika suami gak dapet kepuasan, istri pun gak dapet kepuasan, gara-gara gak ada niat untuk saling membahagiakan. Sedangkan itu faktor yang sangat penting. Bahkan banyak perceraian zaman sekarang gara-gara itu. Sebab dari apa? Makanan, ngeri kan," terang dia.

Maka menurut Zaidul, laki-laki sebagai seorang suami niatkanlah untuk memberikan yang terbaik untuk istri, begitu pun sebaliknya. Sehingga baik suami maupun istri, sama-sama bersedekah.

Baca Juga: Teruntuk Perempuan, Jika Mengalami 5 Kondisi Ini Segerakan ke Dokter

Baca Juga: Waspada, Kesalahan Pola Asuh dan Dampaknya untuk Kepribadian Anak

"Kalau udah ngerti badannya gak sehat, benerin. Mulai rutin puasa, jangan 'nyampah' (makanan yang dikonsumsi) nanti lama-lama akan muncul rasa cinta lebih banyak lagi. Apalagi mulai membiasakan makan sayur dan buah, nanti akan bersemi kembali (cinta) seperti halnya sayur dan buah itu," kata Zaidul bercanda.

"Obat-obatnya ada? Banyak. Sebenarnya semua rimpang-rimpangan, kunyit, jahe, kayu manis, itu semuanya obat kuat. Tapi kalo makanannya masih bermasalah gak bisa. Terutama yang masih banyak gula, tepung, dan gula pasir," terang dr. Zaidul Akbar.

Sementara itu, dilansir dari hallosehat, penyebab ejakulasi dini belum diketahui secara pasti. Namun, faktor psikologis umumnya diduga sebagai penyebab utama masalah kesehatan seksual pada pria ini.

Faktor-faktor psikologis yang memengaruhinya, seperti pengalaman seksual yang buruk, tingkat kepercayaan diri yang rendah, stres, depresi, gangguan kecemasan, hingga masalah pribadi dengan pasangan.

Beberapa pria muda juga akan sangat sensitif terhadap rangsangan seksual sehingga cenderung lebih mudah bergairah. Terlalu bersemangat atau bergairah memikirkan seks juga dapat menyebabkan ejakulasi dini.

Faktor-faktor psikologis di atas dapat memengaruhi pria yang sebelumnya memiliki ejakulasi normal. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat dialami terus-menerus seumur hidup. (C)

Reporter: Musdar

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga