Eks Sekda Sultra Asrun Lio Kembali ke Kampus, Harta Kekayaan Jadi Rp 2 Miliar
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 07 Mei 2026
0 dilihat
LHKPN Asrun Lio mencatat kekayaannya naik dari Rp 78 juta pada 2016 menjadi Rp 2,29 miliar tahun 2025. Foto: Ist/elhkpnkpk.go.id
" Kembali ke kampus menandai babak baru perjalanan Asrun Lio setelah hampir satu dekade berada di lingkar birokrasi strategis Sulawesi Tenggara "

KENDARI, TELISIK.ID - Kembali ke kampus menandai babak baru perjalanan Asrun Lio setelah hampir satu dekade berada di lingkar birokrasi strategis Sulawesi Tenggara.
Mulai 1 Mei 2026, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., resmi kembali menjalankan tugas sebagai dosen dengan jabatan fungsional Lektor Kepala pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (UHO).
Pengaktifan kembali status akademiknya tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Nomor 11735/M/KPT.KP/2026.
Kembalinya Asrun Lio ke lingkungan akademik terjadi setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Posisi tersebut sebelumnya diisi sementara oleh Muhammad Fadlansyah yang dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan Sultra sekaligus Pelaksana Harian Sekda Sultra.
Pergantian sejumlah pejabat tinggi pratama di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berlangsung pada 20 April 2026. Pelantikan dipimpin langsung Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, di Ruang Pola Kantor Gubernur.
Baca Juga: UCLG ASPAC Buka Peluang Kerja Sama Global, Xi'an Undang Pemkot Kendari ke Tiongkok
Perjalanan Asrun Lio di birokrasi Pemprov Sultra berlangsung dalam beberapa fase. Ia menjadi bagian dari pemerintahan Gubernur Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas pada masa pandemi COVID-19.
Saat itu, pemerintah provinsi menghadapi tekanan besar dalam menjaga stabilitas pelayanan publik, kesehatan masyarakat, dan pemulihan ekonomi daerah.
Setelah itu, roda pemerintahan Sultra memasuki masa transisi di bawah Penjabat Gubernur Andap Budhi Revianto. Pada periode tersebut, stabilitas birokrasi dan pelaksanaan tahapan politik nasional menjadi perhatian utama pemerintah provinsi.
Di tengah perjalanan kariernya di birokrasi, laporan harta kekayaan Asrun Lio juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam kurun waktu hampir sepuluh tahun terakhir.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dirangkum telisik.id, Kamis (7/5/2026), total kekayaan Asrun Lio pada 2016 tercatat sebesar Rp 78 juta.
Nilai tersebut kemudian meningkat bertahap dari tahun ke tahun hingga mencapai lebih dari Rp 2,2 miliar pada laporan periodik 2025 yang disampaikan pada Februari 2026.
Berikut pergerakan total harta kekayaan Asrun Lio berdasarkan laporan LHKPN:
1. Tahun 2016: Rp 78.000.000.
2. Tahun 2017: Rp 578.189.244.
3. Tahun 2018: Rp 698.007.922.
4. Tahun 2019: Rp 1.240.954.786.
5. Tahun 2020: Rp 1.165.480.492.
6. Tahun 2021: Rp 1.429.788.645.
7. Tahun 2022: Rp 2.098.384.251.
8. Tahun 2023: Rp 2.118.894.184.
9. Tahun 2024: Rp 2.287.543.641.
10. Tahun 2025: Rp 2.298.564.123.
Dalam laporan periodik 2025, komponen terbesar kekayaan Asrun Lio berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 880 juta. Aset tersebut tersebar di Kota Kendari dan Bombana.
Rincian aset tanah dan bangunan itu meliputi rumah dan tanah di beberapa titik Kota Kendari serta sebidang tanah seluas 1.350 meter persegi di Bombana. Nilai tanah di Bombana tercatat sebesar Rp 120 juta.
Selain properti, Asrun Lio juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 280 juta. Kendaraan tersebut terdiri dari mobil Daihatsu Sirion tahun 2016 senilai Rp 100 juta dan Toyota Yaris tahun 2020 senilai Rp 180 juta.
Baca Juga: Rektor IAIN Kendari Ajak Masyarakat Biasakan Tabayyun di Tengah Arus Disinformasi Digital
Pada kategori kas dan setara kas, nilai yang dilaporkan mencapai Rp 975 juta lebih. Sementara harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp 163,5 juta. Dalam laporan tersebut tidak terdapat catatan surat berharga maupun hutang.
Jika dibandingkan dengan laporan tahun 2017 saat masih menjabat Sekretaris Senat UHO, struktur kekayaan Asrun Lio mengalami perubahan cukup besar.
Pada periode itu, total kekayaan yang dilaporkan baru mencapai Rp 578 juta setelah dikurangi hutang Rp 63 juta.
Saat masih berada di lingkungan kampus pada 2017, Asrun Lio tercatat memiliki kendaraan Suzuki Vitara tahun 1992, sepeda motor Yamaha tahun 2013, serta Daihatsu Sirion tahun 2016. Jumlah kas dan setara kas ketika itu masih berada di angka sekitar Rp 30 juta.
Perubahan signifikan mulai terlihat setelah Asrun Lio masuk dalam jajaran pejabat Pemprov Sultra. Pada laporan 2021 ketika menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, total kekayaannya telah menembus Rp 1,4 miliar.
Kenaikan paling besar terjadi dalam rentang 2021 hingga 2022. Dalam periode tersebut, total harta kekayaan Asrun Lio melonjak dari Rp 1,42 miliar menjadi Rp 2,09 miliar. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS