Homoseksual Dominasi Kasus HIV AIDS di Sulawesi Tenggara, Pengidap Capai 123 Sejak Januari-Maret 2026
Muhammad Israjab, telisik indonesia
Kamis, 30 April 2026
0 dilihat
Kantor Dinkes Sultra, berlokasi di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Foto: Muhammad Israjab/Telisik
" Pengidap HIV AIDS di Sulawesi Tenggara (Sultra), tercatat ada 123 kasus "

KENDARI, TELISIK.ID - Pengidap HIV AIDS di Sulawesi Tenggara (Sultra), tercatat ada 123 kasus.
Jumlah tersebut kasus HIV AIDS di Sultra tersebut per triwulan I atau Januari hingga Maret 2026.
Namun, kasus ini bukan lagi didominasi pekerja seks perempuan. Karena data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra, mencatat terbanyak dari homoseksual.
Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr Andi Edy Surahmat, kalau kelompok Lelaki sesama Lelaki (LSL) terbanyak, disusul wanita pekerja seks.
"Sebelumnya didominasi pekerja seks perempuan. Data terbaru, terbanyak berasal dari homoseksual," katanya saat ditemui awak media, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Angka Penderita HIV AIDS di Kolaka Utara Meningkat Signifikan
Menurut dr Andi Edy, wilayah perkotaaan masih menjadi penyumbang kasus HIV AID di Sultra, yakni Kota Kendari dan Baubau.
Alasannya, karena wilayah tersebut mobilitas penduduk cukup tinggi.
Di Kota Baubau merupakan daerah transit, dengan aktivitas di pelabuhan yang tinggi memiliki risiko penularan lebih besar.
Sedangkan Kota Kendari, dianggap sebagai pusat ekonomi, juga menjadi titik konsentrasi kasus.
Mobilitas penduduk tinggi, terutama di sektor tambang. Skrining perlu diperkuat mencegah penularan kian meluas,” tuturnya.
Upaya Pemprov Sultra, meminta dinas kesehatan kabupaten dan kota aktif sosialisasi.
Dokter Edy juga mengusulkan kolaborasi Balai Karantina Kesehatan, untuk memperketat skrining terhadap pendatang. Khususnya, bagi tenaga kerja dari luar daerah yang masuk ke Sultra.
Baca Juga: Hubungan Seks Sesama Jenis Diduga Penyebab Tingginya HIV AIDS di Kota Kendari
Dinkes juga melakukan pendekatan kepada penderita, difokuskan penyampaian informasi terkait penularan HIV. Melibatkan, tenaga kesehatan.
Lalu, demi mencegah hingga kalangan bawah, Dinkes Sultra memberikan edukasi hingga ke tokoh agama dan masyarakat.
"Sehingga pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku, untuk menekan angka kasus kian tinggi," katanya. (C)
Penulis: Muhammad Israjab
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS